Sinopsis Film Recalled (2021)
Film

Sinopsis Film Recalled (2021)

Sinopsis Film Recalled (2021) – Perempuan bernama Soo- Jin( Seo Yea- Ji) hadapi musibah. Dikala ia bangun lagi, ia juga tidak ingat apa- apa. Berkah pemeliharaan diserahkan oleh Sun- woo( Kim Kang- Woo), ia bisa kembali dari rumah sakit.

Sinopsis Film Recalled (2021)

wishmeawaydoc – Soo- Jin saat ini dapat memandang era depan banyak orang, dikala mereka mengalami suasana yang beresiko. Sesuatu kala, Soo- Jin bertepatan berjumpa mantan kawan kerjanya. Mantan kawan kerjanya itu memberitahunya suatu hal Sun- woo yang tidak dapat ia yakin.

Penjelasan Ending

Melansir sinopsisfilmindia, Dokter Soo Hantu mendiagnosis sebab musibah fatalnya, Soo- jin bisa jadi hadapi delusi sedangkan, yang pula diucap dengan“ deja vu.” Itu berarti bayang- bayang Soo- jin kira selaku visi futuristik sesungguhnya ialah kilasan dari era lalunya.

Baca juga : Rekomendasi Film Adventure Terbaik 2021

2 anak yang diamati olehnya di luar bangunan ialah era kecilnya sendiri, sedangkan anak pria itu kerabat angkatnya yang betul- betul ia lupakan. Papa yang kejam ialah Kim Tae- jun yang bermukim di flat bagian 706 bapaknya sendiri, yang lazim memukuli Soo- jin dikala di era remajanya. Singkatnya, kala kesehatan mentalnya membaik, ia juga mengenang kembali ingatan era kemudian, darimana ia mau angkat kaki.

Di dini film, seseorang laki- laki Kim Sun Woo berbohong jadi suami dari Soo Hantu, dengan julukan Ji- hoon. Tetapi ia bukan suaminya, ia kakak angkatnya. 2 gambar perkawinan yang berlainan dengan laki- laki berlainan, ditemui di flat Soo Hantu di dikala ini serta pula rumah aslinya di Seoul meyakinkan kenyataan itu.

Suami asli Soo Hantu amat dengki, kasar, serta agresif. Saat sebelum musibah itu, ia berencana meninggalkannya serta alih ke Kanada. Tetapi ia dengan cara tidak terencana menewaskan suaminya serta pula melompat dari bangunan, mempersalahkan dirinya sendiri kepada pembantaian itu.

Tetapi, kakakny ayaitu Kim Sun Woo melindungi hidupnya. Dikala siuman di rumah sakit, ingatannya juga memudar. Kakaknya bermukim bersama dengannya selaku suaminya, sedangkan itu, ia sudah menata evakuasi Soo Hantu ke Kanada.

Melihat pembantaian bapaknya serta pula hidup dengan suami yang kejam, Soo Hantu berakhir kepada kehidupannya dikala ini. Ia kemudian berkata pada kakaknya kalau ia mau mengawali dari dini lagi.

Ia mau mengawali dari dini serta pula bermukim di dekat Telaga Vermilion( gambar di bilik apartemennya). Saudaranya Kim Sun Woo menjanjikan kehidupan rukun serta seperti itu kenapa ia sedemikian itu amat mau mengirim Soo Hantu mengarah ke Kanada. Sepanjang ini, Sun Woo melindunginya.

Kilasan awal ia miliki merupakan seseorang wanita kecil di tengah jalur hendak terbentur. Seseorang anak pria kecil yang bernama Kim Sun Woo menyelamatkannya dari musibah itu. Berikutnya, dalam ingatannya sendiri, anak pria kecil itu memberitahukan dirinya selaku Kim Sun Woo.

Begitu pula, Kim Sun- woo yang menewaskan papa mereka yang kejam yang membutuhkan memperkerjakan Soo Hantu di kafe. Sedangkan itu Soo Hantu mempersalahkan dirinya sendiri kepada pembantaian ini, Kim Sun kemudian meyakinkannya kalau itu bukan salahnya.

Ia kemudian membereskan mayatnya ke dalam koper, visual yang diketahui oleh Soo Hantu 2 kali. Jenazah papa mereka ialah Kim Tae- jun ditemui Polisi Namyangju dengan koper yang serupa. Teruji kalau Kim Sun menewaskan bapaknya serta pula menguburkannya untuk mencegah Soo Hantu.

Berikutnya suami Soo Hantu yang kejam ialah Ji- hoon, serta perusahaannya ambruk karena tergila- gila gambling. Ji- hoon mempunyai hutang kelewatan dari bumi dasar yang mengancamnya.

Di web resminya, ia juga menewaskan salah satu gangster, pembantaian yang disaksikan Soo Hantu. Istrinya mempunyai jumlah asuransi amat besar buat namanya, serta pula Ji- hoon berasumsi memanen profit dari kepergiannya untuk melunasi hutangnya sendiri.

Ia berupaya buat menewaskan Soo Hantu tetapi ia menabrak kepalanya dengan batang besi. Di mari lagi, Sun- woo melindunginya serta pula mengikat badan suaminya, serta Soo Hantu melompat dari asbes hendak penyanggahan kekecewaan.

Baca juga : Review Film : Fatherhood (2021)

Endingnya melukiskan suami Soo Hantu tidak mati sebab bogem mentah itu. Ia kembali untuk menuntaskan bidang usaha serta pula menewaskan Soo Hantu. Tetapi, di dalam kekalutan, Sun- woo kehabisan nyawanya tetapi bukan tanpa penuhi janjinya. Ia telah menata imigrasi pada Soo Hantu. Ia memberinya peluang mengawali kembali hidupnya.

Rekomendasi Film Adventure Terbaik 2021
Film

Rekomendasi Film Adventure Terbaik 2021

Rekomendasi Film Adventure Terbaik 2021 – Film Adventure merupakan film dengan ceruk narasi yang menunjukkan petualangan di mana para aktornya hendak mengalami tantangan untuk tantangan. Itu alibi kenapa film Adventure amat menarik buat ditonton.

Rekomendasi Film Adventure Terbaik 2021

wishmeawaydoc – Film Adventure umumnya diawali dengan set up ataupun perkenalan yang pendek. Tanpa menunggu lama, suatu permasalahan timbul serta membuat aktornya mengawali petualangan. Sehabis itu, sesi untuk sesi yang membentangkan juga dilewati serta ditutup dengan suatu puncak dan penanganan permasalahan di akhir petualangan.

Dilansir dari kumparan, Menyaksikan film Adventure memanglah menarik, sebab pemirsa seolah turut merasakan petualangan yang terjalin di film. Buat itu, umumnya film Adventure ramah buat anak alhasil bisa dijadikan tontotan keluarga.

Bertepatan, di era endemi COVID- 19, warga diimbau buat stay at home serta menyaksikan film Adventure bisa jadi bisa jadi pemecahan buat mengusir rasa jenuh. Nah, selanjutnya ini saran film Adventure terbaik 2021.

1. Finding Ohana

Finding Ohana merupakan film adventure yang di sutradarai Jude Weng yang ditulis oleh Christina Strain. Film ini diperankan oleh Kea Peahu, Alex Aiono, Lindsay Watson, Owen Vaccaro, serta Kelly Hu. Film ini tayang di Netflix pada 29 Januari kemudian.

Finding Ohana menggambarkan 2 kerabat kandungan yang dibesarkan di Brooklyn tengah mencari harta karun yang sudah lama lenyap di Dusun Oahu, Hawa. Pencarian itu bawa mereka ke dalam petualangan epik bersama sahabat terkini.

2. Tom and Jerry

Tom and Jerry merupakan film live- action adventure yang dibuat oleh Warner Animation Group serta didistribusikan oleh Warner Bros Pictures. Ini merupakan film pentas kedua sehabis Tom and Jerry: The Movie di tahun 1992.

Tom and Jerry menggambarkan mengenai Jerry yang bermukim di penginapan elegan. Kemudian, terdapat seseorang pegawai belia bernama Kayla bertugas serupa dengan Tom buat memusnahkan Jerry. Kehadirannya juga mengecam penginapan serta perkawinan berarti yang hendak berjalan.

3. Cruella

Cruella merupakan film Adventure bersumber pada kepribadian Cruella de Vil dari roman tahun 1956 The Hundred and One Dalmatians buatan Dodie Smith. Film ini disutradarai oleh Craig Gillespie dan diperankan oleh Emma Stone, Emma Thompson, Joel Fry, Paul Walter Hauser, Emily Beecham, Kirby Howell- Baptiste, serta Mark Strong.

Cruella menceritakan mengenai Estella yang cerdas di bumi bentuk berjumpa dengan sejodoh pencuri yang mencuri ciptaannya. Kemudian, beliau bersahabat dengan hikayat bentuk, Baroness von Hellman, yang merangkul bagian kejam Estella serta mengubahnya jadi Cruella buat menanggapi marah.

4. Raya and the Last Dragon

Raya and the Last Naga merupakan film aksi- petualangan kartun yang dibuat oleh Walt Disney Pictures dan disutradarai oleh Don Hall serta Carlos López Estrada. Film ini diperankan oleh Kelly Marie Tran, Awkwafina, Izaac Wang, Gemma Chan, Daniel Dae Kim, Benedict Wong, serta Sandra Oh.

Raya and the Last Naga bercerita di bumi khayalan Kumandra di mana orang serta dragon hidup bersama dengan cara serasi.

Tetapi, kala monster kejam yang diketahui selaku Druun mengecam darat, para dragon mempertaruhkan diri mereka buat melindungi pemeluk orang. Berjarak 500 tahun setelah itu, monster yang serupa sudah kembali. Seseorang prajurit muncul buat mencari dragon terakhir serta mengakhiri Druun buat selamanya.

5. Zack Snyder’s Justice League

Zack Snyders Justice League merupakan bagian dari film Justice League pada 2017 yang ditangani sutradara Zack Snyder saat sebelum ia meninggalkan cara penciptaan. Film ini diperankan oleh Ben Affleck, Henry Cavill, Gal Gadot, Ray Fisher, Jason Momoa, serta Ezra Miller.

Baca juga : 10 Film Korea Terbaik Untuk Streaming Di Netflix

Zack Snyders Justice League menceritakan mengenai Bruce Wayne serta Diana Prince yang berupaya memadukan para metahuman Alam sehabis kematian Clark Kent. Sedangkan itu, Darkseid mengirim Steppenwolf ke Alam dengan gerombolan besar buat menaklukkan orang.

Review Film Chaos Walking (2021)
Film Review Film

Review Film Chaos Walking (2021)

Review Film Chaos Walking (2021) – Film Chaos Walking dapat dikatakan jadi salah satu atraksi pemacu adrenalin. Diperankan oleh Tom Holland serta Daisy Ridley, film ini ialah menyesuaikan diri novel awal dari trilogi Chaos Walking buatan Patrick Ness

Review Film Chaos Walking (2021)

wishmeawaydoc – Seri bukunya saja memenangkan apresiasi Guardian Award, James Tiptree Jr. Award, serta Costa Childrens Book Award. Sebab itu, tidak bingung bila film ini jadi salah satu yang ditunggu tahun ini.

Mengutip kincir, Abstrak Chaos Walking menceritakan mengenai Bumi Terkini( New World) yang berlatar pada 2257. Dari Alam, menggapai planet itu menginginkan durasi 64 tahun. Kloter awal yang datang di New World membuat satu komunitas bernama Prentisstown. Istimewanya, para pria yang muncul di New World tidak dapat merahasiakan benak serta isi hatinya yang berbentuk suara. Bentuk dari benak mereka diucap dengan Noise.

Baca juga : Film Action Terbaik Bakal Rilis 2021

Todd Hewitt( Tom Holland) jadi masyarakat Prentisstown yang susah merahasiakan pikirannya. Pikirannya kian rancu kala berjumpa dengan rosokan kapal luar angkasa yang jatuh dekat di desanya. Terlebih, ia terkini awal kali berjumpa perempuan, ialah Viola( Daisy Ridley) sama tua hidupnya. Mengenang, semua perempuan masyarakat Prentisstown dibunuh dengan karena yang misterius.

Kurang lebih, berhasilkah Todd merahasiakan pikirannya serta melindungi Viola? Kamu dapat nonton film Chaos Walking di bioskop XXI mulai 8 April 2020

Peran Tom Holland

Tidak hanya asumsi yang menarik, adu akting antara Tom Holland serta Daisy Ridley jadi salah satu energi raih film. Penentuan Tom Holland oleh sutradara Doug Liman dapat dikatakan pas dengan asumsi film ini. Noise yang jadi tantangan seluruh orang, tercantum Todd, buatnya tidak bebas dari wujud Tom Holland.

Tom Holland senantiasa jadi Tom Holland semacam di MCU selaku Peter Parker ataupun di film Spies in Disguise( 2019). Selaku Todd, ia senantiasa jadi laki- laki belia yang penuh rasa mau ketahui, sedang mencari asli diri, abai, memerlukan pengakuan, tetapi pula berani serta kuat hempas.

Sesungguhnya, dipilihnya Holland di film ini bagaikan 2 bagian mata duit. Satu bagian, kedudukan Todd serta rancangan Noise, sesuai diperankan Holland yang ekspresif. Tetapi di bagian lain, kedudukannya jadi kurang ikonis sebab begitulah pribadi Holland di sebagian film populernya. Apalagi, dikala nonton trailer saat sebelum ketahui judulnya, KINCIR berpikir ini film Uncharted( 2021) sebab sekuens aksinya.

Perihal menariknya, Tom Holland tampaknya memobilisasi totalitasnya buat film Chaos Walking. Ia dimohon buat meningkatkan rambut wajah sebesar yang ia dapat buat kedudukannya. Sayangnya, dalam kurun durasi 5 minggu, yang dapat ia tumbuhkan cumalah berengos pipih yang nyaris tidak nampak bila tampak di kamera.

Setelah itu, ia luang hadapi patah hidung sehabis mukanya ditinju oleh seseorang stuntman dikala segmen perkelahian. Ia pula pingsan dikala wajib menahan nafas di dasar air. Apalagi, ia melupakan penayangan kesatu Avengers: Endgame( 2019) sebab padat jadwal melaksanakan reshoot buat Chaos Walking.

Mengenang, film ini awal mulanya dijadwalkan buat luncurkan pada 1 Maret 2019 namun diundur ke 2020, sebab reshoot megah, serta diundur kembali ke 2021. Selaku data, dari reshoot yang dicoba pada April 2019, menghasilkan bayaran 15 juta dolar( dekat Rp219 miliyar).

Dimeriahkan Nama-nama Besar Hollywood

Nah, aktingnya Tom Holland kian bercahaya kala bentrok akting dengan Daisy Ridley selaku Viola, wanita Alam yang terkini ditemuinya. Adu akting mereka membuat atmosfer film bertempo 129 menit ini terasa film- film Inggris, sebab aksen British keduanya yang pekat serta subbagian. Memanglah, keduanya memanglah lahir serta besar di Inggris.

Daisy Ridley juga serupa memukaunya. Ia menggunakan rambut palsu blonda buat cirinya. Mimik muka garangnya atas rasa ketidakpercayaan pada pria Prentisstown tersurat dari mukanya sampai akhir. Kedudukan ini menegaskan KINCIR pada wujud Rey Skywalker di Star Wars Saga yang pula dibintanginya. Selaku Viola, ia pula dibekali raga yang kokoh, kuat hempas, ahli memakai senjata, serta sayangnya tidak dapat berenang.

Tidak hanya Ridley, terdapat Mads Mikkelsen selaku walikota Prentisstown yang mempunyai rahasia atas kotanya itu. Cirinya yang intimidatif menegaskan kita pada wujud Kaecilius di Doctor Strange( 2016). Pantas kita menunggu lagi kelakuan terbarunya di film Fantastic Beasts and Where to Find Them 3( 2022) selaku Gellert Grindelwald gantikan Johnny Deep.

Setelah itu, terdapat Nick Jonas selaku Davy Prentiss, anak dari walikota Prentisstown yang memusuhi Todd, sebab si papa lebih mencintai Todd dibandingkan dirinya. Selaku Davy, Nick pula legal abai serta mau diakui, tetapi sering menempuh cara- cara yang tipu. Buat jadi Davy, Nick Jonas menghabiskan 7 bulan buat melengkapi aksen Southern- nya buat kedudukan itu.

Terdapat pula Cynthia Erivo, bintang film asal London yang bisa 2 pencalonan Oscar 2020 melalui Harriet( 2019). Erivo di Chaos Walking berfungsi selaku Hildy, perempuan kokoh yang menginspirasi, tetapi cinta cuma sedikit lama.

Dimeriahkan pula oleh Demián Bichir, bintang film pencalonan Oscar 2011 yang berfungsi selaku Ben Hewitt, papa dari Todd. Walaupun ikatan keduanya bukan sempurna selaku papa serta anak, dedikasi cirinya lumayan berikan bahan iba dalam film ini.

Fiksi Ilmiah dan Adventure yang Minim Romansa

Untuk yang berambisi terdapat romansa antara Todd serta Viola, kelihatannya wajib merendahkan ekspektasi, deh. Keduanya memanglah sering satu layar dalam banyak lama. Tetapi, Doug Liman memanglah tidak terburu- buru memasukkan faktor romansa anak muda dalam film ini.

Walaupun sedemikian itu, terdapat perihal aneh. Noise kepunyaan Todd yang luang membuktikan segmen kecupan dengan Viola, nampak kurang masuk ide. Todd belum sempat memandang seseorang perempuan, tidak terdapat film ataupun novel yang berikan ilustrasi pertanyaan kecupan sama tua hidupnya di bumi itu. Kemudian, gimana Todd dapat ketahui mengenai berciuman? Betul, bisa jadi segmen itu dimaksudkan selaku bahan romansa, tetapi justru aneh.

Premis Menarik yang Sia-sia

Membaca abstrak film Chaos Walking serta nonton trailernya, udah buat penasaran hal jalur ceritanya. Gimana tidak, asumsi hal bumi distopia di mana para pria bisa mengikuti benak satu serupa lain jadi perihal yang misterius serta menarik buat diselami.

Sayangnya, film ini cuma fokus pada kedua kepribadian penting, serta tidak lebih dari semata- mata bertahan hidup. Terlebih pada Todd Hewitt yang berupaya mencegah si wanita yang terkini ditemuinya itu. Sementara itu, banyak rahasia yang dapat dikisahkan, semacam Spackle ataupun hal stereotip kalau pria tidak bisa meratap, serta serupanya.

Segmen kelakuan yang diperlihatkan pula kurang membekas. Dapat jadi, film Chaos Walking ini cuma selaku prefiks dari sekuel- sekuel yang hendak didatangkan Doug Liman dengan trilogi roman itu. Bila betul, pantas ditunggu balasan atas bermacam rahasia dalam Bumi Terkini, semacam alibi masyarakat Alam tiba, asal- usul komunitas Prentisstown serta Spackle, ketertarikan antara Todd serta Viola, serta sedang banyak lagi.

Baca juga : Sipnosis Film Seaspiracy

Tetapi, bila konsep itu tidak terdapat, Chaos Walking yang berdiri sendiri kelihatannya hendak bernasib semacam In the Heart of the Sea( 2015) ataupun The Lost City of Z( 2016), ialah selaku film Tom Holland yang terabaikan. Tetapi, kira- kira serba salah pula bila Chaos Walking terdapat sekuelnya, mengenang film menyesuaikan diri roman dengan kerangka bumi distopia telah bukan trennya lagi.

Dengan cara garis besar, film Chaos Walking dapat melegakan penggemar Tom Holland, peminat menyesuaikan diri roman young adult, serta penyuka kisah- kisah distopia. Visual serta scoring- nya nyaris tidak terdapat kekurangan, sebab sukses hadirkan ketegangan serta rahasia hal bumi lain.

Film Action Terbaik Bakal Rilis 2021
Film Informasi

Film Action Terbaik Bakal Rilis 2021

Film Action Terbaik Bakal Rilis 2021 – Dari wabah Covid- 19 menyerang semua negeri di bumi, banyak film yang sepatutnya luncurkan tahun 2020 jadi ditunda. Tetapi saat ini vaksin mulai digalakkan, dan terdapatnya penyusutan permasalahan terkena di sebagian wilayah mulai sedikit menyejukkan.

Film Action Terbaik Bakal Rilis 2021

wishmeawaydoc – Ditambah lagi, saat ini banyak bioskop di bermacam kota besar mulai dibuka kembali, walaupun dengan kerutinan terkini yang harus ditaati bersama untuk menghindari penjangkitan Covid- 19. Kehadiran bioskop sering dijadikan selaku pertandingan pelepas capek berakhir bertugas.

Dikutip dari merdeka, Film action terbaik jadi salah satu kesenangan beberapa warga. Tidak hanya menghibur, tiap segmen penuh aksinya sukses membangkitkan antusias dan turut melajukan adrenalin. Tidak tidak sering pemirsa seolah merasuk dalam narasi.

Untuk Kamu penggemar film action terbaik, janganlah hingga terlewatkan. Terdapat banyak kelakuan asyik yang disajikan serta dijadwalkan akan luncurkan 2021 ini. Di antara lain ialah sekuel dari film lawas yang luang meraup banyak profit besar.

Selanjutnya sebagian film action terbaik yang luncurkan 2021, buat penasaran.

Baca juga : Film Horor Yang Paling Ditunggu Di Tahun 2021

1. The Kings Man

Film ketiga dari tujuan Kingsman yang diusung dari seri novel novel dengan julukan yang serupa. Ditulis oleh Mark Millar serta Dave Gibbons, suatu luncurkan Marvel Comics 2012. Saking suksesnya film ini, hingga didaptasi selaku film permainan.

Film action ini menceritakan mengenai berkas tiran terburuk terkumpul dengan para pidana. Mereka wajib berlomba- lomba dengan durasi buat menghentikannya. Film yang disutradarai oleh Matthew Vaughn ini dijadwalkan luncurkan 20 Agustus 2021 oleh 20th Century Studios.

2. No Time to Die

Film action terbaik berikutnya bertajuk Nomor Time to Die, film ke- 25 James Bond yang saat ini diperankan oleh Daniel Craig. Sedemikian itu banyak segmen membentangkan tidak tersangka serta lebih luar biasa.

Tujuan yang mengganti segalanya diawali untuk double 0 seven. Tidak hanya itu disajikan segmen romantis yang menaikkan manis narasi.

Film ini awal mulanya direncanakan luncurkan pada 8 April 2020. Tetapi cinta, dampak endemi Covid- 19 wajib tertunda 2 kali. Film yang jadi performa terakhir Daniel Craig selaku agen fantasi James Bond ini dijadwalkan balik tayang di bioskop pada 2 April 2021. Janganlah hingga keterlaluan betul, hasil buatan sutradara Cary Joji Fukunaga ini.

3. Black Widow

Scarlett Johansson kembali berfungsi selaku Natasha Romanoff ataupun Black Widow dengan amat apik. Ini pantas jadi film action terbaik 2021 yang pantas ditonton. Banyak hidangan kelakuan heroik membentangkan yang dapat membuat bulu gitok merinding.

Ditambah lagi dengan wujud keluarganya yang sepanjang ini belum sempat nampak. Film action terbaik ini hendak disiarkan di Amerika Sindikat pada 7 Mei 2021, serta 2 hari tadinya di Indonesia.

4. The Matrix 4

Kembali menuntun Keanu Reeves bersama Carrie- Anne Moss, Jada Smith, Lambert Wilson serta Daniel Bernhardt mengulangi kedudukan dari film- film tadinya dalam serial ini. Film action terbaik fantasi objektif Amerika yang disutradarai oleh Lana Wachowski.

Matrix 4 dijadwalkan hendak diluncurkan oleh Warner Bros pada 22 Desember 2021 kelak. Tengok kelakuan Keanu selaku Neo dengan tantangan yang lebih besar dalam hidupnya, serta melindungi Trinity. Sedang dengan kompetitor bebuyutannya, agen replika Smith dan figur terkini yang hendak membuat Kamu penasaran.

5. Maksimum Gun: Maverick

Film action terbaik ini ialah sekuel Maksimum Gun tahun 1986, yang dahulu diperankan oleh 2 laki- laki ganteng Tom Cruise serta Miles Teller, mengulangi kedudukan mereka dari film awal.

Mengangkat kelakuan membentangkan yang membuat Kamu seakan turut melambung mendobrak langit. Maksimum Gun: Maverick dijadwalkan hendak luncurkan dengan cara teatrikal di Amerika serta Kanada pada 2 Juli 2021 oleh Paramount Pictures.

6. Fast& Furious 9: The Fast Saga

Vin Diesel serta para rekannya hendak kembali membuat pemirsa berdecak heran serta kaget. Fast& Furious 9: The Fast Saga ini jadi cicilan ke- 10 dalam franchise Fast and the Furious serta film ke- 9 di seri penting.

Film action terbaik ini dijadwalkan hendak diluncurkan di Amerika Sindikat bertepatan pada 28 Mei 2021 oleh Umum Pictures.

Dominic Toretto( Vin Diesel) serta keluarganya wajib mengalami adik laki- lakinya, Jakob. Seseorang pembunuh ajal, yang bertugas dengan kompetitor lama Cipher. Nyatanya beliau mempunyai marah individu kepada Basilika.

Baca juga : 20 Film Korea Selatan Terbaik Abad 21

7. The Suicide Squad 2

Film action terbaik ini didasarkan dari regu antipahlawan DC Comics Suicide Squad. Menceritakan mengenai bahadur luar biasa Amerika Sindikat tahun 2021, yang diperankan oleh Margot Robbie selaku Harleen Quinzel ataupun Harley Quinn.

Film ini jadi perkembangan dari Suicide Squad( 2016) serta pula jadi film ke- 11 di DC Extended Universe( DCEU). The Suicide Squad dijadwalkan tayang pada 6 Agustus 2021 di Amerika Sindikat.

Film Horor Yang Paling Ditunggu Di Tahun 2021
Film

Film Horor Yang Paling Ditunggu Di Tahun 2021

Film Horor Yang Paling Ditunggu Di Tahun 2021 – Siapa yang tidak senang film horor? Film yang menyuguhkan ketegangan serta kekhawatiran ini senantiasa dinanti para penggemar film tiap tahunnya.

Film Horor Yang Paling Ditunggu Di Tahun 2021

wishmeawaydoc – Walaupun menyaksikan dengan mata tertutup, film horor senantiasa menyuguhkan atmosfer yang berlainan, membuat film horor senantiasa dinikmati tiap tahunnya.

Dikutip dari kapanlagi, Pandemi Covid- 19 yang menyerang di semua bumi memforsir banyak film ternama buat mengundur agenda tayang mereka, tidak lain film- film horor.

Absennya film horor di tahun 2020 membuat banyak fansnya kecewa. Walaupun sedemikian itu, tahun 2021 muncul dengan menawarkan film- film horor terkini yang dipastikan bisa membalas rasa ribang para fansnya.

Selanjutnya ini merupakan 5 film horor yang sangat ditunggu di tahun 2021:

Baca juga : Review Film Black Swan, Ketika Pertentangan Batin Menghadirkan Sisi Gelap

1. A QUITE PLACE PART II

A QUITE PLACE PART II merupakan sambungan dari film tadinya yang bertajuk A QUITE PLACE( 2018). Film ini hendak meneruskan peperangan hidup keluarga Abbott sehabis sukses lulus serta mengenali kelemahan monster yang membayang- bayangi kehidupan mereka. Monster itu memiliki keahlian mengikuti yang luar lazim, membuat orang yang mau hidup wajib menempuh hari tanpa menghasilkan suara.

Kesunyian dalam film ini sukses diganti jadi ketegangan, yang membuat A QUITE PLACE PART II terus menjadi ditunggu- tunggu oleh para fansnya. Diperankan oleh Emily Blunt, Millicent Simmonds, serta Cilian Murphy, A QUITE PLACE PART II hendak tayang pada 17 September 2021.

2. THE CONJURING: THE DEVIL MADE ME DO IT

Keberhasilan THE CONJURING( 2013) membuat film ini tidak menyudahi menghasilkan sekuel yang senantiasa dinantikan fansnya. Saking suksesnya, film horor yang satu ini hingga mempunyai dunianya sendiri yang diketahui selaku The Conjuring Universe. Dalam bumi itu ada film THE CONJURING, ANNABELLE, THE NUN, sampai THE CURSE OF LA LLORONA.

Saat ini, THE CONJURING: THE DEVIL MADE ME DO IT hendak meneruskan bumi horor itu. Film yang hendak tayang pada 4 Juni 2021 ini hendak menggambarkan pendamping yang bernama Ed serta Lorraine Warren yang berhubungan dengan majelis hukum di Amerika Sindikat pada tahun 1980. Film ini termotivasi dari cerita jelas peradilan di Amerika Sindikat pada tahun 1980 yang dinamai permasalahan“ DEVIL MADE ME DO IT”, dimana si pelakon pembantaian berterus terang dirinya kerasukan serta berterus terang si belis lah yang memaksanya melaksanakan( pembantaian) itu.

3. HALLOWEEN KILLS

Kembalinya kepribadian pembunuh sadir Michael Myers pastinya disambut hidup oleh para penggemar film horror. Terlebih dengan kesuksesannya di film HALLOWEEN( 2018), membuat para penggemar tidak adem buat merasakan ketegangan dikejar oleh Michael Myers dalam HALLOWEEN KILLS.

HALLOWEEN KILLS sendiri hendak menceritakan kembalinya Michael Myers ke Haddonfield buat berburu korban- korbannya. Diperankan oleh Anthony Michael Hall, Judy Geer, serta Kyle Richards, HALLOWEEN KILLS hendak tayang pada 15 Oktober 2021.

4. LAST NIGHT IN SOHO

Berlatar tahun 1960- an, film horror yang satu ini telah dinanti para penggemar film horror. Diperankan oleh Anya Taylor- Joy, Thomasin McKenzie, serta Terence Stamp, film ini hendak menggambarkan wanita belia bernama Sandy yang datang datang terletak di London tahun 1960. Di situ beliau berjumpa dengan si favorit, tetapi pertemuan itu mengantarkannya pada insiden kurang baik. Rencananya film ini hendak tayang pada 23 April 2021.

Baca juga : 24 Film yang Akan Hadir di Disney+ Pada Juli 2021

5. CANDYMAN

Film yang satu ini telah lama ditunggu oleh para penggemar film horror dari demikian lama. Film yang ialah sekual dari film pertamanya yang tayang pada tahun 1992 ini hendak menggambarkan insan yang hendak menewaskan siapa saja bila memanggil namanya sebesar 5 kali di depan kaca.

Tonny Todd, si aktor Candyman pada 1992 hendak kembali menjadi insan itu di film terkini ini esoknya. Rencananya film ini hendak tayang pada 27 Agustus 2021 di bioskop.

Review Film Black Swan, Ketika Pertentangan Batin Menghadirkan Sisi Gelap
Film Review Film

Review Film Black Swan, Ketika Pertentangan Batin Menghadirkan Sisi Gelap

Review Film Black Swan, Ketika Pertentangan Batin Menghadirkan Sisi Gelap – Nina Sayers( Natalie Portman) merupakan seseorang ballerina yang tercampur dalam golongan balet prestigius, New York City Ballet Company. Nina merupakan seseorang yang perfeksionis, perihal itu lah yang membuat Nina sering- kali sangat kelu, uptight serta bercita- cita buat jadi sempurna.

Review Film Black Swan, Ketika Pertentangan Batin Menghadirkan Sisi Gelap

wishmeawaydoc – Itu bisa jadi pula dipengaruhi oleh tindakan ibunya, Erica( Barbara Hershey), yang pula mantan bedaya ballet serta senantiasa mengendalikan kehidupan Nina. Kala artistic director company itu, Thomas Leroy( Vincent Cassel) akan mencari bedaya terkini buat pertunjukkan Swan Lake kelak, Nina juga berupaya amat keras memperoleh kedudukan itu.

Dikutip dari vampibots, Aktor penting pertunjukkan itu wajib bisa menjadi 2 figur; White Swan serta saudarinya Black Swan yang lebih sensual serta seductive. Nina yang lemah memanglah amat cocok memainkan kedudukan White Swan, namun dalam pertunjukkan itu, namun beliau ditaksir tidak layak serta kurang cocok kala menjadi Black Swan.

Baca juga : Review Film: ‘Sweet and Sour’

Thomas juga mulai melihat Lily( Mila Kunis) yang lebih loose serta cocok dengan kepribadian Black Swan. Dari situlah ekspedisi ilmu jiwa Nina membawanya ke titik yang bisa mematikan nyawanya.

Review Film

Darren Aronofsky dikala ini dapat diucap selaku salah satu sutradara kelas- A di Hollywood. Jujur, menyaksikan filmnya aja, gw terkini cuma memandang The Wrestler. Itu juga terlambat amat sangat hahaha But for sure, terdapat satu sihir yang Aronofsky tuangkan dalam film itu.

Tahun ini, Aronofsky kembali muncul dengan Black Swan, suatu psychology thriller. Black Swan hingga sepanjang ini telah banyak memanen aplaus dari bermacam pihak. Banyak komentator yang menempatkannya jadi salah satu film terbaik tahun ini, banyaknya apresiasi yang beliau dapat( the record breaking 12 nominations in Critics Choice Awards) dan laris dalam peredarannya meski disiarkan di limited theaters( again, record breaking).

Awal mulanya sih gw tak sempat kepikiran film ini hendak berganti ke satu film suspense slash thriller. Sehabis trailernya justru terus menjadi penasaran, jangan2 film monster(?!– serta untungnya tidak). Black Swan ini menceritakan mengenai antusiasme. Antusiasme seseorang Nina Sayers, yang bisa jadi udah sangat muak dengan titik berat yang tidak langsung diserahkan oleh ibunya ataupun memanglah ketahui kalau impiannya bisa- bisa kandas terkabul, desperately mau jadi kedudukan penting dalam show itu.

Nina yang pula dampak kekhawatiran atas persaingannya memperoleh kedudukan penting juga kesimpulannya lelet laun jadi out- of- control. Memimpikan jadi sempurna, beliau mencuri beberapa barang kepunyaan Beth( Winona Ryder), Swan Queen tadinya yang terdesak pensiun sebab baya. Membutuhkan kedudukan Swan Queen, Nina juga berupaya buat memperolehnya dengan bermain balik. Ikatan archenemy nya dengan Lily juga bawa Nina dalam sesuatu investigasi intim yang tadinya tidak sempat beliau bayangkan. Betul, Black Swan menceritakan tentan good girl gone bad. Real bad.

Natalie Portman yang main selaku Nina Sayers merupakan bintang dalam film ini. Performance Portman dalam film ini dapat dikatakan selaku salah satu yang terbaik buat tahun 2010. Bagian fragile serta vulnerable seseorang Nina Sayers betul- betul dimainkan oleh Natalie dengan amat apik.

Serta kala seseorang Nina kehabisan kendalinya yang sepanjang ini hening, Portman pula membagikan performa yang amat convincing. Tidak hanya berakting dengan bagus, dedikasinya kepada film ini pula beliau tuangkan dengan belajar jadi seseorang ballerina sepanjang berbulan- bulan- atau bertahun- tahun. Hasilnya? Luar lazim. Gw memanglah tidak sering di dengar dengan pertunjukkan ballet, tetapi melihatnya dari kacamata orang biasa, gw dapat memikirkan kalau Nina ini benar2 seseorang bedaya ballet yang ahli amat sangat.

Tidak hanya Portman, yang pantas diberi applause buat permainannya pasti Barbara Hershey serta Mila Kunis. Hershey yang menjadi bunda Nina yang senantiasa mengendalikan kehidupan Nina serta otomatis mengekangnya main lumayan serem. Mila Kunis on the other hand, pula membagikan performance yang ok. Tempting serta… beresiko in a good way hahaha Tidak hanya Aronofsky serta Portman, thanks to Mark Heyman, Andres Heinz dan John J. McLaughlin yang menulis skripnya yang brillian.

Kemudian Matthew Libatique yang sudah membekuk beautifully- shot scenes yang dengan cocok membekuk game ballet pemain- pemainnya, serta pasti saja Clint Mansell, long- time rekan composernya Aronofsky yang membuat score yang eerie serta pula men- twist lagu- lagu Swan Lake nya Tchaikovsky dengan gradasi yang berlainan.

Pada satu postingan yang gw baca, Aronofsky melaporkan kalau Black Swan mempunyai kesamaan dengan filmnya saat sebelum ini, The Wrestler. Sesuatu antusiasme buat membagikan effort sempurna dalam sesuatu pertunjukkan art.

Jika The Wrestler menitikberatkan ke dalam bumi wrestling( apa betul kurang ingat gw sebutannya untuk show wrestling ini…), Black Swan pasti saja pada ballet. Kepribadian Randy dalam The Wrestle yang nyatanya dibalik ketangguhannya bertindak di ring terdapat kerapuhan dalam dirinya( ikatan ayah- anak yang celah serta sakit jantung), yang mulai sulit melainkan kehidupan dirinya kala lagi perform serta kenyataan.

Obsesinya jadi performer yang sempurna mendekati dengan Nina, dimana mereka apalagi mematikan nyawa mereka sebab itu. Tidak hanya inti narasi, terdapat satu pertemuan yg gw noticed, sebagian scene dimana si kepribadian penting berjalan yg di shot dari arah balik pula terdapat di The Wrestler.

Black Swan merupakan satu film yang istimewa. Beautiful, but might be disturbing to others. Disturbing mengapa? Well tidak hanya memanglah filmnya mostly dark serta penuh bayang- bayang, segmen penelitian intim Nina dengan dirinya ataupun Lily bisa jadi tidak bisa dinikmati untuk beberapa orang( but hey, theyre done with taste, lol). Tetapi susah rasanya memalingkan benak dari film ini.

Baca juga : Mengulas Fast and Furious 9 F9: Fast Saga 2021

Tidak hanya advis yang amat bagus dari Aronofsky dengan dokumen yang pintar serta performa yang mempesona ditunjukkan oleh the star of the show, Natalie Portman. Seluruh player pendukung juga ikut menolong dengan performa yang( meski tidak sebanding dengan Portman) pula ok. Ditambah sedi- segi teknis yang apik, Black Swan dengan mudahnya merentangkan kapak serta melambung mengarah barisan salah satu film terbaik tahun ini.

Review Film: ‘Sweet and Sour’
Film Review Film

Review Film: ‘Sweet and Sour’

Review Film: ‘Sweet and Sour’ – Film yang diperankan oleh Jang Ki- yong, Chae Soo- bin, serta Krystal Jung berjudul‘ Sweet and Sour’ telah luncurkan kesatu pada Jumat( 04/ 06) kemarin di Netflix.‘ Sweet and Sour’ ialah film menyesuaikan diri yang termotivasi dari film Jepang bertajuk‘ Initiation Love’ yang sudah diluncurkan pada 2015 kemudian.

Review Film: ‘Sweet and Sour’

wishmeawaydoc – Film ini ditunjukan oleh Sutradara Lee Gye- byeok yang tadinya sempat menyutradarai film‘ Luck- Key’( 2016) serta‘ Cheer Up, Mr. Lee’( 2019).

Dikutip dari cineverse.id, Dengan cara garis besar,‘ Sweet and Sour’ menggambarkan mengenai Jung Da- eun( Chae Soo- bin), seseorang juru rawat kontrak yang mempunyai jam kegiatan edan- edanan sampai wajib lewat waktu tiap hari. Sesuatu hari, seseorang penderita pengidap hepatitis B bernama Jang- hyeok( Jang Ki- yong) masuk ke rumah sakit tempatnya bertugas. Da- eun sedemikian itu atensi dengan Jang- hyeok serta senantiasa mengayomi pasiennya.

Baca juga : Review Film Cruella, Sisi Lain Antagonis 101 Dalmatians

Menemukan perhatian- perhatian kecil semacam itu, membuat Jang- hyeok lama- kelamaan meletakkan rasa pada Da- eun serta berniat buat mendekatinya. Tetapi, dikala ikatan mereka terus menjadi dekat, Jang- hyeok diklaim membaik serta diperbolehkan kembali. Walaupun telah kembali, Jang- hyeok senantiasa berangkat ke rumah sakit buat menemui Da- eun, apalagi berkenan melaksanakan apa juga supaya dapat memperoleh nomornya.

Dikala sukses menemukan no Da- eun, ikatan mereka juga terus menjadi dekat bersamaan berjalannya durasi. Jang- hyeok juga berniat buat menguruskan tubuh supaya lebih layak berpucuk dengan Da- eun. Pendek narasi, beliau juga sukses merendahkan berat tubuh dengan cara ekstrem serta jadi karyawan senantiasa di suatu industri kecil.

Tetapi, sesuatu kala, ia wajib dipindahkan ke industri besar di Seoul serta wajib menempuh ikatan jarak jauh dengan Da- eun. Walaupun sedemikian itu, mereka senantiasa berupaya berjumpa di akhir minggu. Di situ, Jang- hyeok pula berjumpa dengan sesama karyawan kontrak bernama Han Bo- young( Krystal Jung).

Awal mulanya, Jang- hyeok serta Bo- young kerap berdebat sebab keadaan kecil. Sebab wajib melakukan sesuatu cetak biru bersama, mereka tanpa siuman mulai berikan atensi satu serupa lain yang kesimpulannya meningkatkan benih- benih cinta di batin tiap- tiap.

Semenjak dikala seperti itu, perlakuan Jang- hyeok pada Da- eun mulai berganti. Yang awal mulanya sedemikian itu manis, seketika berganti acuh tak acuh serta dingin. Ikatan mereka juga lama- lama jadi celah sebab Da- eun mulai meletakkan berprasangka pada Jang- hyeok. Sampai kesimpulannya, Da- eun meninggalkan Jang- hyeok. Sedemikian itu juga dengan Jang- hyeok yang kesimpulannya menyudahi betul- betul main mata dengan Bo- young.

Awal- awal, ceruk film ini terasa lazim saja, semacam film romansa pada biasanya. Dimulai dengan pertemuan figur, setelah itu bersinambung pada ikatan yang lebih intens dengan bumbu- bumbu bentrokan yang telah biasa terjalin di antara pendamping. Tetapi, kala menjelang akhir, pemirsa malah disajikan dengan alur twist yang berhasil membuat melongo serta tidak yakin telah ditipu dari dini.

Keahlian Lee Gye- buk dalam memusatkan jalur narasi‘ Sweet and Sour’ pantas diacungi jempol sebab membuat film ini jadi lebih menarik dibanding film romansa pada biasanya sebab terdapatnya alur twist yang sukses mengelabui pemirsa.

Film bertempo 102 menit ini tidak cuma berpusat pada permasalahan asmara serta kecurangan saja, namun pula menampilkan gimana kehidupan seseorang karyawan kontrak yang wajib menempuh jam kegiatan eksploitatif serta membuktikan keahlian diri supaya diakui oleh karyawan lain.

Akting para player dalam film ini pula pantas menemukan pancaran. Chemistry antara Jang Ki- yong serta Chae Soo- bin yang amat kokoh tidak keliru membuat pemirsa turut baper. Dikala mereka berakhir juga, pemirsa dapat merasakan kesakitan yang dirasakan oleh Jung Da- eun berkah keahlian akting Chae Soo- bin yang betul- betul memahami cirinya selaku seseorang wanita yang diselingkuhi si pacar.

Jang Ki- yong juga sukses menjadi kepribadian Jang- hyeok yang berhasil mengaduk- aduk marah pemirsa dari medio sampai akhir narasi. Karakternya yang plinplan serta amat gampang goyah dengan wanita lain, membuat pemirsa merasa marah. Terlebih, ia malah mempersalahkan orang lain atas kandasnya hubungannya dengan Jung Da- eun.

Jang Ki- yong terhitung berani mengutip kedudukan ini sebab umumnya ia senantiasa memainkan kepribadian yang mempunyai cerita memilukan sampai membuat pemirsa merasa belas kasih, semacam cirinya di drama‘ Born Again’( 2020),‘ Come and Hug Me’( 2018), serta‘ Go Back Couple’( 2017). Tetapi, di film ini, ia malah memainkan kepribadian yang mendongkolkan, bertolak balik dengan pandangan yang telah dibangunnya sepanjang ini.

Sedemikian itu juga dengan Krystal Jung yang menjadi kepribadian Han Bo- young, orang ketiga dalam ikatan Da- eun serta Jang- hyeok. Dalam film ini, pemirsa hendak disajikan dengan aksi lucu Krystal yang amat bertolak balik dengan kepribadiannya di bumi jelas. Ia hingga menemukan julukan Ice Princess dari para penggemar sebab tidak sering mesem. Tetapi, ia membuktikan pesonanya yang lain di‘ Sweet and Sour’.

Baca juga : Sipnosis Film The New Mutan 2020, Aksi Superhero

Walaupun mengangkat jenis lawakan romantis, lawakan dalam film ini tidak sangat banyak serta cuma timbul di awal- awal saja. Itu juga tidak hingga membuat pemirsa terbahak. Medio sampai akhir narasi, film ini cuma mementingkan cerita asmara Da- eun, Jang- hyeok, serta Bo- young yang amat kompleks.

Terbebas dari itu seluruh, ending‘ Sweet and Sour’ amat melegakan sebab kesimpulannya Jang- hyeok tidak dapat mempunyai Jung Da- eun lagi. Sedemikian itu juga dengan Han Bo- young yang cuma mau menjalakan ikatan selaku sahabat tetapi harmonis tanpa ingin terikat dengannya.

Review Film Cruella,  Sisi Lain Antagonis 101 Dalmatians
Film

Review Film Cruella, Sisi Lain Antagonis 101 Dalmatians

Review Film Cruella, Sisi Lain Antagonis 101 Dalmatians – Disney kembali lagi mengeluarkan film terbarunya,‘ Cruella’ yang sudah lama ditunggu penayangannya, tidak cuma oleh fans Disney, tetapi pula dinanti oleh audiens yang penasaran mengenai wujud antagonis dari narasi“ 101 Dalmatians” ini.‘ Cruella’ diperankan oleh aktris juara Academy Award, Emma Stone selaku kepribadian kuncinya.

Review Film Cruella, Sisi Lain Antagonis 101 Dalmatians

wishmeawaydoc – Kepribadian Cruella ini tampak awal kali dalam wujud film kartun Disney bertajuk“ 101 Dalmatians” di tahun 1961 serta film live action keluaran tahun 1996 dengan kepala karangan yang serupa serta diperankan oleh Glenn Close. Tidak hanya disiarkan di bioskop, film ini pula hendak disiarkan dalam layanan streaming Disney Plus. Film ini disutradarai oleh Craig Gillespie, sutradara berkebangsaan Australia yang diketahui melalui film- filmnya yang lumayan berhasil semacam“ Lars and the Real Girl” di tahun 2007 serta pula“ I, Tonya”( 2017).

Melansir laman cineverse, Cruella diawali dengan memandang kehidupan Estella belia( Tipper Selfert- Cleveland) yang bermukim bersama ibunya( Emily Beecham). Berupaya memperoleh kehidupan yang lebih bagus, beliau serta ibunya berangkat meninggalkan desa laman buat berangkat ke London.

Baca juga : Review Film The Ritual (2017)

Namun sesuatu insiden mengenaskan terjalin yang menimbulkan bunda Estella terbunuh. Estella belia yang saat ini bermukim di London seorang diri kemudian berjumpa dengan Jasper( Joel Fry) serta Horace( Paul Walter Hauser) yang pula yatim piatu. Mereka bertiga buat bertahan hidup kemudian“ bertugas” selaku pencuri. Walaupun hidup dalam ketidakpastian, Estella tidak kurang ingat dengan mimpi besarnya buat jadi dalang pakaian.

Serta pada sesuatu peluang, beliau kesimpulannya bisa bertugas dengan dalang pakaian sangat bergengsi di London, The Baroness( Emma Thompson). Serta sehabis hadapi bermacam berbagai insiden, Estella menyudahi buat dapat maju dalam bumi mode serta menaklukkan bosnya, beliau wajib tampak dengan pribadi terkini yang dibuatnya, Cruella.

Semacam seluruh yang terdapat di bumi ini seluruh seseatu terdapat asalnya, Cruella juga diawali dengan kilas balik yang membuat narasi kerangka balik dari kehidupan Cruella itu sendiri. Kilas balik itu disulih suarakan oleh Cruella berusia yang menemani pemirsa buat membagikan cerminan pada pemirsa mengenai era kanak- kanaknya yang bermasalah.

Kemudian segmen di era mudanya itu dengan kilat berpindah ke tahun 1970- an di London di masa punk rock mulai berkibar di Inggris. Tampaknya opsi menaruh Cruella di masa 70- an bisa dikatakan ialah sesuatu perihal yang licik. Era kala dimana“ mode punk” mulai bersumber serta afeksi anti kemapanan mulai menguat paling utama di golongan kanak- kanak belia di masa itu.

Afeksi anti mapan itu pula berperan selaku“ titik bentrokan” yang jadi bagian dari deskripsi film. Melalui pendekatan dekonstruksi- rekonstruksi Cruella yang radikal kepada bentuk, berbanding kontras dengan pendekatan bentuk versi Baroness yang nampak ayu serta lebih lembut.

Film yang dimaksudkan selaku otobiografi Cruella ini beberapa besar tampak ciamik serta dibantu 2 perihal: kostum serta soundtrack- nya. Buat hidangan visualnya, penciptaan serta konsep kostumnya elegan serta mempesona. Dengan mengutip estetika punk, koleksi busananya tampak dalam momen bentuk high couture yang bergengsi.

Sedangkan itu buat hidangan audio- nya, soundtrack film ini diperkaya oleh beraneka ragam gerakan nada, mulai dari pop, rock serta soul dan nada punk itu sendiri, dengan bentang durasi mulai dari tahun 60- an hingga 70- an. Opsi lagu- lagunya diisi oleh beraneka ragam band serta biduan yang lumayan memiliki julukan besar di masa itu semacam The Doors, Queen, Blondie, Supertramp, The Clash, Nina Simone ataupun Ike& Tina Turner.

Deskripsi‘ Cruella’ bisa jadi sedikit menegaskan kita hendak‘ The Devil Wears Prada’( 2006) yang intinya mengenai seseorang dalang pakaian yang mau bersaing dengan bosnya yang kejam. Serta ini kali keduanya, Disney berupaya mengangkut kepribadian antagonis sehabis‘ Maleficent’( 2014).

Serta tidak semacam dongeng“ Sleeping Beauty” di mana si penjahat ialah Maleficent yang dengan cara naratif menyusun balik kisahnya buat berupaya memenuhi kembali dongeng klasiknya. Cruella dengan cara pintar memilah merelaikan dirinya dari kondisi film aslinya.

Baca juga : Review Army of the Dead 2021

Emma Stone nampak lumayan lancar memainkan kepribadian Cruella dengan seluruh kepribadiannya yang ia ganti sesering beliau mengganti style berpakaiannya. Stone dengan ahli menaruh dirinya buat bertukar kedudukan dengan karakter yang terbagi, seolah dengan sedemikian itu mudahnya beliau mengganti kepribadian antara Estella yang bagus batin dan halus serta Cruella yang dahaga kewenangan serta pendendam.

Performa Stone pula sanggup dijajari oleh aktris juara Oscar yang lain, Emma Thompson yang tampak dalam bungkusan kegemerlapan selaku istri raja bentuk London, The Baroness yang bertangan besi serta tidak enggan melegalkan seluruh metode.

Review Film The Ritual (2017)
Film

Review Film The Ritual (2017)

Review Film The Ritual (2017) – Untuk yang menyangka The Ritual cuma film horor berlatarkan hutan yang klise- gitu- gitu- aja, kamu enggak seorang diri, saya pada awal mulanya juga menyepelehkan horor garapan David Bruckner ini, termakan bagian trailer- nya yang terkesan tidak melayankan suatu yang terkini( yah, saya memang terkadang sesongong itu, saya benci kala saya lagi kurang ajar). The deeper you go, the scarier it becomes.

Review Film The Ritual (2017)

wishmeawaydoc – Perkataan yang terpajang di posternya itu semacam suatu panggilan, akhirnya saya merasa tertantang buat masuk ke dalam hutan, ditambah bagian pagan serta klenik yang membuat saya terus menjadi penasaran.

Dikutip dari raditherapy, Saya memanglah lemas dengan film- film horor yang bermuatan simbol- simbol abnormal, aplikasi ilmu gelap, serta pemuja penganut setan, seperti itu alibi penting yang menggerakkan saya buat berani mencicipi Cipali Kilometer 182 walaupun berbahaya besar kehabisan kewarasan( janganlah sangat sungguh- sungguh amat bacanya, please).

Baca juga : Review Film Parasite, Drama Kebohongan Keluarga

Yah, opini meng- underestimate- kan horor yang diproduseri oleh Andy Serkis ini, nyatanya digunakan Bruckner jadi bumerang yang melanda balik dengan keras serta jitu ke ekspektasi pemirsa belagu- sotoy- banget- horor berbagai saya ini.

Mengutip modul mentahnya dari roman karangan Adam Nevill bertajuk seragam, film horor asal British ini nyatanya apik merahasiakan rahasianya, tersamar rapat- rapat di balik rindang pepohonan pinus yang berjajar berdiri tidak teratur. Berbekal kutipan trailer yang kecil batin tidak ingin mengobral banyak alur serta penampakan( sangat akseptabel kasih buat siapapun yang meng- edit), kala saya masuk ke dalam hutan bersama Rafe Spall serta kawan- kawan maboknya, saya serupa sekali clueless, tidak ketahui apa yang hendak saya temui ketika asik menelusuri rute pendakian King’ s Trail yang tuturnya dilahirkan oleh palunya para Dewa ini.

Keelokan barisan pegunungan sisi utara Swedia semacam mantera fantastis yang membuat kaum anak kota terbuai, sedetik David Bruckner membuat liburan keempat kawan Phil, Basilika, Hutch, serta Luke nampak sedemikian itu mengasyikkan, tetapi pasti saja momen menikmati panorama alam naik- naik ke pucuk gunung tinggi- tinggi sekali ini cuma suatu pengalihan, alhasil saya kurang ingat jika suatu dalam hitam hutan lagi mencermati, menunggu dengan adem buat bergaduh, sesabar The Ritual dikala berupaya bangun horornya.

Ketidaktahuan merupakan kunci buat menikmati The Ritual, terus menjadi planga- plongo malah terus menjadi bijaksana, apalagi sesungguhnya kalian- kalian tidak perlulah menunggu durasi buat membaca keterangan saya yang acak-acakan ini, segera tutup jendela browser serta cari filmnya.

Kejutan- kejutan yang besuk dari David Bruckner pastinya bakalan lebih efisien membuat jantung berdegub serta adrenalin jungkat- jungkit turun naik, sebab mulai dini saya pasrah- terserah ingin dibawa kemana oleh film yang bertempo 90 menitan lebih sedikit ini, tercantum kala esoknya saya dituntut buat masuk ke dalam hutan yang nampak banyak penunggunya, apalagi Treebeard sekalipun saya percaya enggan dibawa jalan- jalan petang lewatkan hutan itu. Dari penampakan hutannya saja telah mengerikan, ditambah David Bruckner dengan bandel membiarkan saya lambat- laun keselak oleh suasana cekam yang kental.

Lanskap hutan berhantu tempat Loki bermain jelangkung ini betul- betul digunakan dengan hancur buat membuat saya nyaris saja edan, semacam Phil serta kawan- kawannya yang mulai tidak sehat kala suatu yang bersembunyi di balik kemalaman mulai main teror.

Hindarkanlah buat googling mengenai The Ritual, sebab terus menjadi sedikit kamu ketahui terus menjadi asik, saya sendiri lebih memilah terserang spoiler- nya Thanos serta perang batu akiknya. Tetapi bagi saya, David Bruckner tidak hanya membuat horor buat mereka yang cuma memuja suatu twist, tetapi pula ditujukan untuk banyak orang semacam saya yang lebih memprioritaskan suatu cara.

Baca juga : Crawl Film Horor Amerika Tahun 2019

Iya, The Ritual ketahui gimana memutar kewarasan saya 180 bagian, sekalian amat paham metode menyampaikan resep horor generik jadi nampak epik dikala mengancam. Siasat“ anjing, itu apaan sih di balik pepohonan, bedebah!” juga dimainkan dengan menawan, saya dituntut cuma bisa mengintip- ngintip apa yang sesungguhnya mengusik Phil serta kawan- kawannya, alhasil benak saya meliar- liar sendiri, menghasilkan bayang- bayang seram- seram hasil penciptaan otak yang telah terangsang kekhawatiran.

David Bruckner membiarkan penontonnya buat diteror serta dikhawatirkan oleh angan- angan ciptaan mereka sendiri, yang tercipta dari kombinasi keresahan serta rasa waspada. Penampakan serta twist- nya setelah itu muncul buat memenuhi pengalaman horor The Ritual yang ngehe.

Review Film Parasite, Drama Kebohongan Keluarga
Film

Review Film Parasite, Drama Kebohongan Keluarga

Review Film Parasite, Drama Kebohongan Keluarga – Film Parasite ini merupakan film Korea awal yang aku melihat di bioskop. Umumnya sih aku lumayan puas nonton film korea lewat layanan film streaming.

Review Film Parasite, Drama Kebohongan Keluarga

wishmeawaydoc – Tetapi spesial buat film yang satu ini, aku bela- belain deh nonton ke bioskop seorang diri. Iya seorang diri, soalnya memang tidak terdapat sahabat yang ingin diajakin nonton. Hiks.. pilu.

Dikutip dari ibusegalatau, Apalagi suami aja enggan turut nonton durasi ketahui film yang lagi aku bidik ini nyatanya film Korea. Ingin ngajak anak, lebih tidak bisa jadi lagi. Kan belum lumayan baya. Betul sudahlah, nonton sendiri juga tidak apa. Mana ni film hanya diputar dibioskop jaringan CGV serta Cinemaxx yang jaraknya dari rumah aku cukup jauuuhhh.

Ketetapan aku memilah Parasite buat pengalaman awal nonton di bioskop seorang diri, nyatanya tidak salah. Film ini ikrar mati kereeennnya tidak ketulungan. Saking kerennya, sedemikian itu filmnya berakhir, aku jadi pengin langsung berdiri serta berikan applause. Sumpaaaah baik amat sangat.

Awal mulanya aku tidak ngerti ingin masukin Parasite ke jenis film apa. Thriller kenapa betul tidak sangat cocok, lawakan pula kenapa ngenes ini filmnya. Jenis drama pula rasanya kurang cocok, walaupun aku luang berderai air mata durasi menontonnya. Kemudian sebab sebagian komentator film mengatakan Parasite ini selaku tragicomedy film, betul aku ngikut sajalah.

Baca juga : Review Film Sang Pencerah

Film Parasite memanglah bukan film uang kecil. Film besutan sutradara Bong Joon Ho ini merupakan film yang memenangkan Palme d’ Or. Suatu penghargaan paling tinggi dalam pertandingan Cannes Film Pergelaran 2019. Juga, aktornya juga pula bukan bukan player kategori B yang memiliki akting standar. Seluruh castnya populer dengan mutu akting yang memanglah jauh diatas pada umumnya.

Sinopsis Parasite( Spoiler Alert!)

Dengan kepala karangan korea” Gisaengchung”, film ini dibuka dengan segmen keluarga Kim Ki Taek( Song Kang Ho) yang hidup di kondominium kecil separuh basement. Jika yang senang nonton drama korea ataupun baca novel korea bisa jadi mengerti nih kondominium separuh basement. Iya, aku menyebutnya separuh basement sebab memanglah posisi unitnya terdapat di basement, umumnya terdapat jendela separuh dimensi wajar buat jendela. Jika merujuk pada narasi- narasi di novel sih, kondominium ini tercantum kondominium dengan bayaran carter sangat ekonomis yang dihuni oleh banyak orang yang ekonominya luar biasa seadanya.

Bermukim di kondominium berbagai demikian ini ditambah lagi, bangunannya terdapat area yang terbatas cemar nyata tidak aman. Keluarga Kim yang terdiri atas Kim Ki Taek, istri serta 2 buah hatinya ini, wajib bermukim berhimpitan di dalam rumah kecil ini. Mereka pengangguran yang cuma bertugas serabutan buat menghidupi diri. Secercah impian buat membenarkan hidup tiba dikala anak pria Ki- Taek, Ki- Woo( Choi Woo Sik) menemukan ajuan dari temannya( diperankan oleh Park Seo Joon) buat membimbing bimbingan eksklusif anak wanita keluarga banyak.

Ki Woo awal mulanya ragu menyambut ajuan itu, bagaimanapun beliau lumayan ketahui diri sebab ia cuma alumnus SMA yang berulang kali kandas dalam uji masuk Universitas. Tetapi kemelaratan keluarga buatnya nekad buat berupaya nasib selaku guru bimbingan. Terlebih, pendapatan yang ditawarkan pula tidak sedikit.

Hingga dengan berbekal sertifikat ilegal serta bukti diri rekaan, Ki Woo juga menghadiri rumah keluarga Park. Di rumah golongan atas ini, Ki- Woo yang berterus terang selaku Kevin diantar oleh pengasuh rumah tangga keluarga Park, bernama Moon Gwang( Lee Jeung- Eun) menemui Nyonya rumah yang menawan jelita.

Nyonya Park Yeon Kyo( Jo Yeo- Jeong) ditafsirkan selaku wanita kategori atas yang polos serta polos. Tidak susah untuk Ki Woo buat memastikan Nyonya Park kalau beliau merupakan alumnus universitas luar negara. Terlebih Ki Woo nyatanya lumayan cerdas mengutip batin muridnya, anak wanita keluarga Park bernama Da Hye( Hyun Seung Min).

Dengan bekal keyakinan penuh dari Nyonya Park serta putrinya, Ki Woo membuka kesempatan untuk adiknya, Kim Ki Jung( Park So Dekameter) buat turut bertugas di keluarga Park. Seragam dengan Ki Woo, Ki Jung pula berterus terang selaku alumnus universitas seni di luar negara. Beliau berterus terang bernama Jesica serta direkrut buat jadi guru seni anak pria keluarga Park.

Merasa menemukan angin, Keluarga Kim ini jadi kian rakus serta berupaya memasukkan semua keluarga mereka jadi pekerja di rumah Keluarga Park. Diawali dari menghilangkan supir Keluarga Park dengan meninggalkan underwear perempuan di dalam mobil. Tuan Park( Lee Sun Kyun) yang menciptakan celana dalam perempuan dalam mobilnya beranggapan sang supir mempunyai seks menyimpang serta menyudahi buat memecat supirnya. Selaku gantinya, Kim Ki Taek juga direkrut jadi supir atas saran Jesica.

Tujuan terakhir merupakan memasukkan istri Ki Taek, ialah Chung Sook( Jang Hye Hantu) selaku pengasuh rumah tangga. Ini jadi konsep yang sangat kompleks, sebab keluarga Park telah amat yakin dengan pengasuh rumah tangga mereka. Moon Gwang, sang pengasuh rumah tangga itu telah bertugas disitu apalagi semenjak keluarga Park belum membeli rumah itu. Rumah itu tadinya ialah kepunyaan seseorang arsitek banyak. Dikala arsitek itu alih, beliau mengusulkan Moon Gwang pada keluarga Park.

Lewat strategi matang yang tipu, Moon Gwang kesimpulannya tereleminasi. Semua badan keluarga Kim saat ini bertugas di rumah keluarga Park. Apalagi Ki Woo juga pacaran dengan anak awal keluarga Park, pasti saja dengan cara mengendap- endap.

Bagian kejadian film ini diawali dikala Keluarga Park berangkat berkemah buat memperingati balik tahun Da Song, anak pria mereka. Peluang ini juga digunakan oleh Keluarga Kim buat berhura- hura di rumah Keluarga Park yang kosong.

Tidak dinyana, di tengah hujan kencang, terdengar seorang menekan alarm rumah. Ia merupakan Moon Gwang. Dengan pakaian serta rambut yang kusut, mantan pengasuh rumah Keluarga Park ini memohon masuk. Beliau separuh memforsir serta kesimpulannya diizinkan masuk oleh Chung Sook.

Dikala masuk, Moon Gwang lalu membuka ruang dasar tanah, menggeser lemari bermuatan koleksi wine serta minuman serta masuk ke ruangan tersembunyi di balik lemari itu. Chung Sook yang mengikutinya pasti kaget bukan bermain. Di dalam ruang dasar tanah itu nyatanya bermukim suami Moon Gwang. Beliau sudah bermukim di situ sepanjang bertahun–tahun sebab melarikan diri dari buruan pacet bumi.

Badan keluarga Kim yang lain yang menjajaki kedua perempuan ini bisik- bisik, hingga ke ruang dasar tanah juga tidak takluk kaget. Mereka apalagi terguling ke ruang dasar tanah itu, serta membuat Moon Gwang mengetahui kalau keluarga ini sudah berkomplot membodohi Keluarga Park.

Jalur narasi ini kian asyik sebab ditengah pergulatan Keluarga Kim serta Moon Gwang, Keluarga Park melaporkan kepulangan mereka yang lebih kilat dari agenda. Pendek narasi, Keluarga Kim kesimpulannya terdesak kembali kembali ke rumahnya di apartmen basement itu dengan menerpa hujan.

Sesampainya di rumah, mereka mengalami rumah cemar mereka telah tergenang banjir. Upaya menghasilkan air dari rumah pula percuma, wong rumah mereka terdapat di basement. Kesimpulannya malam itu mereka terdesak menginap di pengungsian. Pilu amat sangat.

Sedangkan itu, di rumah Keluarga Park yang terdapat di area golongan atas lagi didesain suatu acara ladang buat memperingati balik tahun Da Song. Semua Keluarga Kim pasti saja diundang. Ki Taek serta istrinya apalagi jadi subbagian padat jadwal sebab wajib mempersiapkan seluruh keinginan acara.

Sayangnya acara itu wajib selesai mengenaskan sehabis suami Moon Gwang yang sukses pergi dari ruang dasar tanah mencampuradukkan acara. Beliau menusuk Ki Jung sampai berpulang serta memukul kepala Ki Woo dengan batu. Dalam kekalutan itu Da Song pingsan. Tuan Park yang belingsatan membentak Ki Taek supaya lekas bawa Da Song ke rumah sakit. Ki Taek yang sedang terguncang memandang putrinya terbunuh jadi hitam mata serta kesimpulannya menusuk Tuan Park sampai berpulang. Beliau juga melarikan diri.

Ending cerita ini memilukan batin, keluarga Kim tertinggal Ki Woo serta ibunya yang lalu mencari Ki Taek. Semenjak melarikan diri, Ki Taek memanglah bagaikan sirna di telan alam. Tidak terdapat satu juga yang mengenali keberadaannya.

Waah mayoritas nih spoiler- nya. Tidak apa sih, toh supaya telah ketahui jalur ceritanya, film ini senantiasa pantas buat ditonton. Ikrar buat kaku amat sangat. Aku saja hingga teriak- teriak di bioskop saking tegangnya. Banyak orang yang nonton disebelah aku pula gitu. Hahaha. Beneran puas amat sangat nontonnya.

Pantas diganjar apresiasi Palme dOr

Aku wajib akui kalau film ini merupakan film dengan alur twist terbaik sejauh era, bagi tipe aku sendiri. Apalagi hingga¾ film juga aku tidak berpikir akan melihat ending yang sedemikian muka.

Bong Joon Ho warnanya memanglah tidak main- main dikala menulis skrip film ini. Ditambah lagi, perpindahan masing- masing scenenya amat lembut. Sesaat pemirsa terbuat tersimpul, sesaat kaku, sesaat lagi meratap pilu memandang tragisnya cerita ini.

Benar, terdapat lawakan di cerita mengenaskan serta terdapat yang mengenaskan dibalik cerita lawakan. Ironi ini dihidangkan Bong Joon Ho dengan amat apik dengan menggunakan para player serta setting yang kecil. Dengan sedikitnya player penting serta setting yang terfokus pada rumah keluarga Park, pemirsa terbuat fokus pada kejadian yang mengaitkan keluarga beda golongan ini.

Baca juga : Review Army of the Dead 2021

Dari film ini pula, pemirsa terbuat mengetahui alangkah ironisnya hidup, alangkah tidak adilnya kehidupan. Satu lagi yang aku senang dari film ini merupakan kaburnya batasan antara figur protagonis serta antagonis. Parasite menyuguhkan kita tokoh- tokoh yang kemanusiaan. Dapat kejam, dapat bagus, kadangkala pula polos. Tetapi yang tentu mereka seluruh berupaya buat bertahan hidup.

Metode berbicara Parasite membuat kita memaklumi, walaupun pula tidak membetulkan, tindakan serta ketetapan yang didapat oleh badan Keluarga Kim. Juga sedemikian itu pula dengan yang dicoba Moon Gwang serta suaminya. Intinya mereka cuma mau bertahan hidup dari sistem sosial yang bengis ini. Sesederhana itu.

Review Film Sang Pencerah
Film Informasi

Review Film Sang Pencerah

Review Film Sang Pencerah – Film biopik dapat dikatakan tema yang tidak sering dinaikan ke layar luas, terlebih mengabadikan bahadur nasional ataupun figur yang mempengaruhi dari bangsa sendiri.

Review Film Sang Pencerah

wishmeawaydoc – Terdaftar cuma terdapat sebagian film biopik yang sempat menggoreskan tinta emasnya dalam asal usul bioskop tanah air, antara lain Raden Ajeng Kartini( 1984) buatan Sjuman Djaya, Tjoet Nja’ Dhien buatan Eros Djarot di tahun 1988, Marsinah( 2001) buatan Slamet Rahardjo, terakhir Riri Riza berhasil mengangkut julukan Soe Hok Gie ke layar luas melalui Gie di tahun 2005.

Dikutip dari raditherapy, Tahun ini juga sesungguhnya kita mempunyai film biopik, tetapi Obama Anak Menteng tidak menceritakan mengenai figur dalam negara namun cerita hidup era kecil Kepala negara Obama kala bermukim di Indonesia( sesaat).

Asian kita sedang memiliki cerita inspiratif lain, film biopik lain yang hendak memberitahukan pada kita siapa itu K. H Ahmad Dahlan.“ Si Penerang” yang ditulis serta disutradarai oleh Hanung Bramantyo juga berupaya buat tidak tampak selaku film yang menggantikan agama khusus, namun dengan bijaksana mampu merangkul siapa saja yang mau memahami wujud K. H Ahmad Dahlan, yah siapa juga anda.

Baca juga : Sipnosis Film The Invisible Guardian

Lahir dengan julukan Muhammad Darwis, sang kecil Ahmad Dahlan telah membuktikan bagian kepeduliannya serta kegelisahannya kepada penerapan agama Islam di Kauman yang dimatanya sedikit kira- kira melenceng dari apa yang diajarkan. Anak dari Penceramah Mesjid Besar Kerajaan Yogyakarta serta lahir pada 1 Agustus 1868 ini terus menjadi membuktikan perilakunya yang kritis kepada agamanya sendiri kala beranjak anak muda, sampai- sampai Darwis“ main- main” mencuri sesajen masyarakat buat dibagikan pada miskin miskin.

Darwis juga meninggalkan Kauman serta berangkat haji ke Mekah sembari menuntut ilmu dan memahami anutan Islam. Sekembalinya dari Mekah, Darwis yang saat ini mengubah namanya jadi Ahmad Dahlan, memandang Kauman yang dibiarkan sepanjang 5 tahun nyatanya tidak banyak berganti tercantum anutan Islam yang sedang dicampur- adukan dengan kultur misterius. Ditambah para jago agama yang sedang“ kuno” dalam menyambut pergantian, menyangkal seluruh yang berhubungan dengan Belanda serta melabelinya dengan produk ateis.

Ahmad Dahlan dengan pemikirannya yang lebih besar, bijak, tetapi kadangkala terucap dengan simpel ini bernazar buat meluruskan maksud anutan Islam yang sebetulnya. Ia juga diyakini mengambil alih bapaknya jadi Penceramah Mesjib Besar Kauman serta mulai membuat surau di dekat rumahnya. Surau inilah yang hendak jadi pusat penyebaran pandangan serta anutan Dahlan.

Mengganti ujung penglihatan anutan Islam yang telah berkembang sepanjang separuh era di Kauman memanglah tidak semudah membalikkan telapak tangan, tahap kontroversial Dahlan mau mengganti arah kiblat juga mengundang antagonisme dari masyarakat Kauman serta pasti saja antipati keras dari Kyai- Kyai disitu. Ajarannya juga dikira menyimpang serta selesai dengan dirobohkannya surau kepunyaannya.

Luang putus asa dengan respon saudaranya sesama orang islam( menampilkan ia sedang orang lazim), di tolong dengan sokongan keluarga, Dahlan kembali bangun serta melanjutkan ajarannya untuk kebaikan pemeluk. Ahmad Dahlan yang amat memprioritaskan pembelajaran juga lekas membuat sekolah, ia juga membimbing di sekolah Belanda serta mulai ikut serta badan Budi Utomo. Respon keras juga kembali berkali- kali menghadangnya tercantum“ titel terkini” kyai ateis yang diserahkan pada Dahlan.

“ Si Penerang” bukan pertanyaan agama siapa yang betul ataupun salah tetapi berdialog mengenai koreksi kepada diri sendiri buat agama. Aku tidak sering terbawa dengan cara penuh emosi dikala menyaksikan film Indonesia serta film ini dengan bijak bisa menuntun penontonnya buat bersandar bersama dengan Ahmad Dahlan tanpa nampak mau mengajari.

Bertemakan film Islam, Hanung dengan teliti bisa menghilangkan egonya serta melebarkan antara yang tadinya dikatakan kecil jadi selebar gapura Mesjid Besar Kauman, yang kesimpulannya melahirkan suatu film yang dapat ditonton seluruh orang, non- muslim sekalipun.

Walaupun ini film bersifatkan Islam tetapi Hanung mampu memuat lama 2 jam filmnya buat balance, tidak saja membekuk potret Islam itu sendiri, tetapi sukses pula memfoto wujud Ahmad Dahlan dengan seluruh pandangan serta inspirasinya yang terbalut dengan drama kehidupan yang aku duga dapat diterjemahkan dengan agama manapun.

Aku tidak berpikir Hanung mampu membalik banyak laman asal usul, kemudian dengan triknya sukses memvisualkan bentang ekspedisi hidup seseorang Ahmad Dahlan serta ia melaksanakannya dengan bagus.

Walaupun kayaknya film ini sangat banyak memasukkan kita dengan bagian untuk bagian asal usul mengenai Ahmad Dahlan, namun pada kesimpulannya aku lumayan senang mencermati narasi yang dibacakan oleh Hanung. Kejutan lain yang diserahkan Hanung tidak hanya gimana ia mampu membuat narasi yang gampang dinikmati, ia pula membereskan film ini dengan mutu yang tidak sering mencuat buat dimensi film Indonesia.

Aku kembali mengatakan tutur“ tidak sering” buat kedua kalinya, kali ini buat suatu mutu, sebab Hanung sukses menampilkan gimana film yang dibentuk dengan pondasi narasi yang kuat bisa berdiri menawan dengan bagian teknis yang manis. Simaklah gimana kota Yogyakarta serta sekelilingnya tercantum Kauman tipe tahun 1800- an mampu direka- ulang oleh film ini, sukses berpadu dengan narasi serta pemirsa dapat semacam dibawa kembali ke era kemudian.

Pasti saja atmosfer era kemudian itu pula dibantu oleh sinematografi yang apik membekuk tiap potret kondisi 100 tahun yang kemudian, bersama dengan memotretkan tiap keelokan dari bagian asal usul Ahmad Dahlan.

Tahap Hanung buat menyutradarai film yang ditulisnya sendiri ialah tahap yang pas, berikutnya memilah Lukman Sardi buat menjadi Ahmad Dahlan merupakan tahap ampuh selanjutnya. Wujud penggagas Muhammadiyah itu semacam memanglah sudah menunggu lama buat diperankan oleh Lukman Sardi, serta bintang film serba dapat ini sukses memerankannya dengan memastikan.

Dengan membahu tanggung jawab besar serta bobot tidak enteng memainkan penggagas Muhammadiyah itu, Lukman Sardi terus menjadi menguatkan dirinya selaku bintang film terbaik yang dipunyai negara ini.

Player yang lain pula sukses mengoptimalkan jatah akting yang diserahkan kepadanya. Tercantum para player belia semacam Mengantarkan, Dennis Adishwara, serta kawan- kawan, yang berhasil memasukkan akting sungguh- sungguh mereka divariasikan dengan humor- humor fresh. Bawa film ini buat tidak lalu menembus tampak sungguh- sungguh ataupun pilu namun pula terdapat kalanya mampu memancing tawa penontonnya.

Baca juga : Review Army of the Dead 2021

Bila diamati dari ujung penglihatan lain“ Si Penerang” nampak nyata semacam suatu kaca beranjak yang membalikkan bayang- bayang atas apa yang tengah terjalin di era saat ini. Dimana agama yang sepatutnya memadukan malah jadi korban, dijadikan kambing gelap serta perlengkapan pemecah koyak perdamaian. Terbebas dari apakah Hanung mau berupaya menegaskan kalau 100 tahun dahulu“ kekalutan” pula sempat terjalin,“ Si Penerang” nyata lebih terasa semacam pengetuk batin.

Ahmad Dahlan tidak cuma mengarahkan banyak nilai- nilai akhlak yang berguna, namun melalui film ini kita pula dipublikasikan dengan kisah- kisah inspiratifnya yang mencerahkan.“ Si Penerang” seperti seseorang guru yang cerdas main biola( oh iya, arak- arakan nada di film ini amat bagus!!) serta menceritakan namun tidak memforsir muridnya buat terasa digurui, dan jadi panutan gimana sepatutnya film Indonesia terbuat, yah kita dapat membuat film baik bila memanglah ingin.

Sipnosis Film The Invisible Guardian
Film

Sipnosis Film The Invisible Guardian

Sipnosis Film The Invisible Guardian – The Invisible Guardian (El guardián invisible) adalah film thriller berbahasa Spanyol dari Spanyol. Tokoh utamanya adalah seorang inspektur polisi wanita.

Sipnosis Film The Invisible Guardian

wishmeawaydoc – Amaia Salazar (Marta Etura) adalah seorang petugas polisi di Pamplona. Film dibuka dengan Amaia memeriksa tes kehamilan untuk hasil negatif yang mengecewakan. Dia mendapat telepon dan memberi tahu suaminya James (Benn Northover) dia punya kasus baru dan mungkin pergi beberapa hari. Asal usul James tidak pernah disebutkan, tetapi keduanya berbicara bahasa Inggris di rumah.

Dikuti dari oldaintdead, Kasus ini melibatkan seorang gadis muda, dibunuh dan ditinggalkan oleh sungai di perbukitan sekitar Elizondo, Spanyol. Elizondo adalah kota asal Amaia tapi dia enggan untuk kembali ke sana. Dengan cepat menjadi jelas bahwa pembunuhan itu adalah pekerjaan seorang pembunuh berantai dari daerah itu. Amaia harus tinggal lebih lama lagi di daerah itu untuk menyelesaikan pembunuhan.

Baca juga : Alur Cerita Mengejutkan Dari Film Nobody

Amaia bekerja dengan polisi lokal bernama Jonan (Nene, sebagai Carlos Librado). Dia dengan cepat mengatur timnya dengan berbagai pekerjaan. Dia pemimpin yang baik, murah hati dengan pujian dan pintar tentang apa yang perlu dilakukan.

Sebagian besar dari The Invisible Guardian (El guardián invisible) adalah eksplorasi masa kecil Amaia, yang traumatis dan mengerikan. Ibunya memperlakukannya dengan buruk dan mencoba membunuhnya. Ayahnya membawanya untuk tinggal bersama Tía Engrasi (Itziar Aizpuru), yang menyelamatkannya.

Saat bekerja di Elizondo, dia tinggal di tempat Tia-nya. Suaminya James datang untuk menemaninya di sana.

Dua saudara perempuan dan saudara ipar Amaia masih tinggal di Elizondo. Kakak perempuan tertua, Flora (Elvira Mínguez) dengan getir menyalahkan Amaia karena pergi dan atas penyakit ibunya (dia dianggap gila dan berada di rumah sakit). Flora menjalankan toko roti keluarga.

Toko roti merupakan faktor penting dalam kejahatan, karena setiap anak yang meninggal memiliki kue lokal kecil di tubuh mereka saat ditemukan. Toko roti keluarga membawa kembali banyak kenangan untuk Amaia, beberapa menyenangkan, beberapa mengerikan.

Tia Engrasi melakukan pembacaan tarot dan percaya pada penghuni hutan mitos yang mirip dengan gagasan Bigfoot. Salah satu subplot yang kurang efektif dalam The Invisible Guardian (El guardián invisible) adalah gagasan bahwa penjaga hutan ini melindungi orang-orang di daerah tersebut dan telah terlihat di dekat gadis-gadis yang terbunuh.

Upaya untuk memasukkan makhluk mitologi ini ke dalam prosedur polisi modern tidak berhasil untuk saya. Petunjuk-petunjuk seperti bulu binatang di tubuh gadis-gadis itu digunakan dan kemudian ditiadakan sepenuhnya dengan terungkapnya siapa pembunuhnya. Mungkin judul The Invisible Guardian begitu penting sehingga kredibilitas subplot itu menjadi nomor dua. Saya biasanya menyukai realisme magis, tetapi ini sedikit berantakan.

Yang saya anggap kuat dari film itu adalah kisah Amaia. Dia polisi yang baik, pemberani dan luar biasa dalam pekerjaannya. Dia memiliki hubungan yang baik dengan suaminya dan ingin memiliki anak dengannya. Dia mengatasi masa kecilnya dengan banyak cara. Tetapi pulang ke rumah untuk berada di sekitar keluarganya memaksanya untuk mengingatnya dan menghadapinya lagi.

Tentu saja, karena dia ada di tempat ini, dengan orang-orang ini, yang mengerjakan kasus ini, si pembunuh ternyata adalah seseorang yang sangat dekat dengannya.

Film ini diangkat dari novel karya Dolores Redondo. Saya tidak tahu apakah ada novel lain dengan Amaia Salazar sebagai karakter utama, tapi saya akan menikmati film-film lain yang menampilkan dia. Fernando González Molina disutradarai berdasarkan skenario oleh Luiso Berdejo.

Ceritanya terjadi di musim dingin. Hujan terus turun. Gambar air ada di mana-mana. Lokasi di Spanyol utara indah – pegunungan dan hutan, kota kecil yang terletak di lembah yang dalam dengan sungai yang mengalir melaluinya. Saya ingin melihatnya tanpa hujan dan kabut dan dengan pohon-pohon mekar. Ceritanya terjadi di musim dingin. Ada hujan konstan. Gambar air ada di mana-mana.

Lokasi di Spanyol utara indah – pegunungan dan hutan, kota kecil yang terletak di lembah yang dalam dengan sungai yang mengalir melaluinya. Saya akan senang melihatnya tanpa hujan dan kabut dan dengan pohon-pohon yang bermekaran.

Baca juga : Sipnosis Film The New Mutan 2020, Aksi Superhero Amerika

Semua trailer di YouTube tidak memiliki teks bahasa Inggris. Yang ini memiliki beberapa percakapan bahasa Inggris dengan teks bahasa Spanyol. Bahkan jika Anda tidak mengerti bahasa Spanyol sama sekali, Anda dapat melihat latar dan karakternya di sini. Netflix pasti memiliki subtitle bahasa Inggris dalam versinya. Semua trailer di YouTube tidak memiliki subtitle bahasa Inggris.

Yang ini memiliki beberapa percakapan bahasa Inggris dengan teks bahasa Spanyol. Bahkan jika Anda tidak mengerti bahasa Spanyol sama sekali, Anda dapat melihat latar dan karakternya di sini. Netflix pasti memiliki subtitle bahasa Inggris dalam versinya.

Alur Cerita Mengejutkan Dari Film Nobody
Film

Alur Cerita Mengejutkan Dari Film Nobody

Alur Cerita Mengejutkan Dari Film Nobody – Nobody jadi film mencengangkan di April 2021. Sebaris film yang luncurkan pada April ini, Nobody bawa kejutan untuk penggemar film thriller. Pertarungan yang terjalin terasa lebih realistis berkah gesekan magic dari si sutradara Ilya Naishuller.

Alur Cerita Mengejutkan Dari Film Nobody

wishmeawaydoc – Nobody diperankan oleh barisan julukan besar semacam Bob Odenkirk, Connie Nielsen, RZA, Aleksey Serebryakov serta Christopher Lloyd.

Dikutip dari lifestyle.bisnis, Narasi Nobody diawali dari scene seseorang laki- laki catok berumur yang tengah diintrogasi oleh 2 orang aparat. Tetapi dengan bebas ia menghasilkan rokok serta santapan kucing, dikala ditanya dirinya siapa, Bob Odenkirk yang berfungsi selaku Hutch Mansell, cuma menanggapi” Nobody” tutur ia serta membawakan scene pada keluarga Hutch.

Film ini menggambarkan peperangan seseorang Hutch yang kerap dikecilkan serta apalagi diabaikan. Tetapi, selaku laki- laki. beliau lalu berupaya mencegah keluarganya dari kesalahan yang kasar.

Hutch tampaknya membunyikan rahasia besar siapa dirinya sesungguhnya dari istrinya serta 2 orang buah hatinya. Perihal itu nampak dari gimana tindakan Hutch dikala terdapat 2 pencuri yang masuk ke rumahnya. Ternyata membuktikan kemampuannya, Hutch justru memohon buah hatinya yang tengah menjatuhkan satu pemcuri buat membebaskan kedua begal itu yang lebih nampak semacam sejodoh pacar.

Baca juga : Alur Cerita Film Chely Wright, Wish Me Away

Perihal ini membuat Blake jengkel sebab Hutch menyangkal buat membela diri ataupun keluarganya, tetapi Hutch berkata beliau memilah buat membebaskan para begal itu serta berambisi buat menghindari kekerasan yang sungguh- sungguh.

Putranya yang sedang anak muda, Blake kesimpulannya kecewa pada Hutch serta si istri, Becca kelihatannya terus menjadi menghindar dari Hutch. Kesimpulannya Hutch wajib berkenan kehabisan duit sebagian dollar serta satu arlogi kepunyaannya.

Dikala beliau berupaya menarangkan kalau keputusannya buat tidak melaksanakan perlawanan pada 2 orang begal itu pada Blake, anak bungsunya memerap sebab kehabisan gelang kucing kepunyaannya yang lenyap terbawa oleh para begal.

Ekor dari kejadian itu mencetuskan amarah Hutch menggusurnya pada era kemudian kelamnya selaku” Lone Wolf”. Nalurinya membawakan Hutch pada suami istri yang lagi makan malam bersama. Tetapi, kelakuan menanggapi marah dari Hutch wajib kandas karena terdengar suara bocah yang memerap, nyatanya itu merupakan bocah 2 begal itu yang tengah memakai perlengkapan tolong pernafasan.

Hutch kemudian pergi dari rumah 2 begal pemula itu dengan rasa jengkel serta malu karena 2 orang itu merampok rumahnya cuma buat menyembuhkan buah hatinya yang lagi sakit.

Hutch tidak dapat membiarkan emosinya menguap sedemikian itu saja. Beliau memerlukan suatu yang dapat melegakan nalurinya. Dikala beliau terletak dalam suatu bis, beliau memandang kawanan gengster yang berandalan memakai mobil kemudian menabrak pas di sisi bis. Semacam memperoleh” hadiah”, kawanan itu masuk ke dalam bis serta setelah itu di gasak oleh Hutch seorang diri.

Bukannya selesai, nyatanya adik dari Yulian Kuznetsoov yang diperankan oleh Aleksey Serebryakov merupakan salah satu yang berpulang dampak dihajar oleh Hutch di dalam bis itu. Sialnya Yulian merupakan seseorang pengawal duit ratusan juta dollar kepunyaan banyak orang Rusia di Amerika Sindikat. Ia mempunyai banyak ajudan serta populer ia tidak enggan hendak menewaskan seorang bila membatasi langkahnnya.

Yulian juga mencari ketahui siapa Serigala Berbulu Biri- biri yang sudah menewaskan adiknya serta mengirim teman- temannya ke rumah sakit cuma dengan 2 tangannya saja.

Dikala mencari data, alangkah kagetnya Yulian memperoleh informasi kalau Hutch mempunyai memo selaku salah satu orang sangat beresiko dari Pentagon. Tetapi, beliau senantiasa memohon anak buahnya buat mencari serta mebawa hutch dalam kondisi hidup kepadanya.

Bukannya sukses, semua anak buah Yulian yang tiba ke rumah Hutch malam itu tidak terdapat yang tertinggal satu juga. Ia setelah itu kian marah serta merancang hendak berburu Hutch oleh seluruh regu yang beliau punya.

Tetapi di bagian lain, Hutch telah membeli cash tempat kerjanya buat dijadikan jebakan serta arena berkelahi antara ia dengan Yulian.

Sehabis menuntaskan seluruh persiapannya buat bawa Yulian pada jebakannya itu, Hutch justru membakar tempat peyimpanan duit The Obshak, yang dilindungi oleh banyak orang Yulian.

Sehabis membakar habis semua ruangan bermuatan duit ratusan pula dollar itu, setelah itu Hutch tiba serta makan ke bar tempat Yulian karaoke. Ia kemudian sukses memancing Yulian buat mengejarnya ke kantor yang telah sediakan selaku kuburuan Yulian.

Setibanya di kantornya, nyatanya Hutch tdak seorang diri. Disitu telah terdapat saudaranya serta orang tuanya yang awal di panti berumur. Ketiganya sukses memaras semua gerombolan Yulian berkah intelek Hutch mengonsep kantornya jadi penuh jerat.

Review

Nobody bernar- benar bawa pemirsa pada perasaan kaku sejauh pertarungan yang menggemparkan. Kekerasan pada film itu amat memimpin dimana pisau, beceng serta senapan keselarasan jauh sampai bom berhamburan sepanjang perkelahian terjalin.

Film ini menegaskan kita kepada satu film berjenis nyaris serupa ialah John Wick. Ke duanya bersama seseorang suami yang mempunyai kerangka balik suram yang dirahasiakan pada kehidupannya serta berambisi hidupnya hendak kembali wajar.

Perihal ini jadi amat alami kala pemirsa menyangkutkan film Nobody dengan film John Wick karena ceruk yang diperlihatkan pada kedua film ini seragam.

Baca juga : Plot Film Train To Busan 2016, Melarikan Diri Dari Zombie

Film ini tidak dianjurkan untuk pemirsa yang tidak merasa aman dengan segmen kekerasan serta darah. Tetapi, untuk penggemar film ini lumayan menarik dengan adegan pertempuran yang amat jelas.

Perbincangan, ceruk serta catatan yang di informasikan dalam totalitas film Nobody dapat di informasikan dengan bagus. Inti dari totalitas narasi ini gimana seseorang papa dapat saja legal berlainan pada dikala ini, sementara itu ia telah lewat perihal amat berat serta jauh serta beliau tidak sempat menginginkan kembali jadi era lalunya itu.

Konklusi dari film Nobody juga terasa amat cocok dimana Hutch serta istrinya kembali membeli rumah terkini dengan kemesraan yang mereka tampilkan. Sementara itu saat sebelum terbentuknya kekacauan, perihal ini memanglah diidam- idamkan dapat terulang dimana Hutch serta istrinya dapat kembali harmonis.

Alur Cerita Film Chely Wright, Wish Me Away
Film

Alur Cerita Film Chely Wright, Wish Me Away

Alur Cerita Film Chely Wright, Wish Me Away – Chely Wright adalah penyanyi musik country yang memulai debutnya pada tahun 1994 dan mencapai impian hidupnya dengan menjadi bagian dari tradisi Grand Ole Opry, merekam beberapa lagu Top 40 dan nomor satu, termasuk “Shut Up and Drive” dan “Single White Female”.

Alur Cerita Film Chely Wright, Wish Me Away

wishmeawaydoc – Pada tahun 2010, dia secara terbuka mengaku lesbian, setelah 20 tahun menjaga rahasia seksualitasnya dari penggemarnya dan bahkan dari orang-orang terdekatnya. Dalam Wish Me Away, film dokumenter yang difilmkan selama tiga tahun sebelum publiknya tampil di Today Show dan Oprah, di antara tempat media nasional lainnya, Wright menceritakan kisahnya, yang berfokus pada trauma emosionalnya tentang apakah dia memiliki kekuatan pribadi untuk membuatnya. publik seksualitasnya.

Dikutip dari feministspectator, Selain pengambilan gambar film untuk dokumenter oleh sutradara Bobbie Birleffi dan Beverly Kopf, Wish Me Away menyertakan klip dari video diary pribadi Wright, momen-momen keputusasaan, ketakutan, dan ambivalensi yang tidak terbuang percuma atas pengumuman publik besar yang ia upayakan selama tiga tahun itu. . Jika Wright tidak memutuskan untuk keluar, kemungkinan besar dia akan mati. Dalam memoarnya, Like Me, dan dalam Wish Me Away, dia menggambarkan pemikiran untuk bunuh diri ketika menjalani hidupnya sebagai kebohongan menjadi sama sekali tidak dapat dipertahankan.

Baca juga : Review 5 Album Studio Pertama Chely Wright

Wish Me Away adalah kisah yang baru dirilis, tetapi juga merupakan bukti dari seorang wanita yang bersedia memperdagangkan kesuksesan industri musiknya hingga akhirnya dapat mengatakan yang sebenarnya. Dalam dunia musik country yang konservatif, Wright adalah artis besar pertama yang secara terbuka mengidentifikasi dirinya sebagai gay atau lesbian. Pada kesempatan rilis Wish Me Away awal musim panas ini, Wright melaporkan bahwa Nashville telah membekukannya sejak pengumumannya dua tahun lalu.

Seperti yang diprediksikan oleh salah satu kolaborator penulis lagunya dalam film tersebut, komunitas musik country tidak mencela dia; mereka hanya membiarkan namanya di luar daftar undangan ke acara yang terlihat dan berpengaruh. Tapi Wright mengatakan dia tidak menyesal; dia tahu kariernya mungkin akan terpukul, tetapi memutuskan untuk menukar aspek tertentu dari kesuksesannya dengan kehidupan nyata.

Dua minggu setelah dia tampil di depan umum pada tahun 2010, Wright bertemu Lauren Blitzer, seorang advokat hak LGBT yang dia nikahi setahun kemudian di Connecticut. Wright sekarang menjabat di Dewan Direksi GLSEN — Jaringan Pendidikan Gay, Lesbian, dan Lurus — dan juga mendirikan The Like Me Organization untuk mengadvokasi kaum muda gay dan lesbian dengan mencegah penindasan dan bunuh diri remaja.

Wish Me Away membuat narasi teleologis, kembali ke kisah masa kecil Wright dan berbagi foto keluarganya dari masa kecilnya di kota yang sangat kecil di Kansas. Dengan populasi 1.600, Wellsville tidak memberikan banyak pilihan bagi seorang gadis yang tahu dirinya gay pada saat dia berusia delapan tahun. Wright tumbuh sangat religius, dan mengatakan dia berdoa, secara harfiah, agar perbedaannya yang tidak nyaman dari anak-anak lain akan hilang.

Meskipun tuhannya tidak pernah merasa cocok untuk mewujudkannya, Wright mengatakan bahwa pada saat terendahnya, ketika dia mempertimbangkan untuk meletakkan laras senjatanya di mulutnya, dia merasa diliputi dengan kehangatan yang meyakinkannya bahwa dia dirawat dan dirawat. oleh kekuatan yang lebih tinggi yang terus dia yakini. Dia menemui ayahnya tidak lama sebelum pengumumannya di televisi; dia membiarkan ibunya, yang bercerai dari ayahnya dan dari siapa dia terasing, mengetahui bahwa putrinya adalah seorang lesbian dengan menonton Today Show.

Saya menonton Wish Me Away di video-on-demand, bersiap untuk sedikit dialihkan. Saya tidak tahu musik Wright, meskipun saya adalah penggemar musik country yang selektif, tapi saya selalu tertarik dengan cara orang-orang menceritakan kisah mereka yang baru lahir. Saya dengan cepat terpesona oleh integritas dan kejujuran Wright dan oleh tekadnya untuk membuat perjuangan pribadinya menjadi masalah ke publik yang lebih luas, terutama bagi kaum muda yang merasakan kepedihan yang sama seperti yang dia alami saat masih kecil. Film ini juga menjadi pengingat penting bahwa meskipun atau mungkin karena semua retorika politik tentang pernikahan sesama jenis dan masalah LGBT lainnya yang diperebutkan di mata publik, banyak orang queer tetap berada dalam keadaan yang mengharuskan mereka untuk diam tentang keinginan mereka. Kisah Wright menunjukkan betapa banyak yang masih dipertaruhkan bagi begitu banyak orang dalam pilihan untuk keluar.

Penderitaan Wright atas kehidupan palsunya terlihat jelas dan otentik di sepanjang film. Setelah rekaman wajib di tahun-tahun awal karirnya di tahun 90-an, ketika rambutnya yang besar dan gaya femininnya yang seksi menyembunyikan hasratnya pada wanita, Wright menghabiskan banyak waktu di layar untuk berbicara secara terbuka tentang apa yang dia takuti dan bagaimana perasaannya saat air mata mengalir darinya. mata. Penampilan dirinya dalam film dokumenter itu mentah dan rentan dan secara mengejutkan menjadi sangat menawan. Film ini juga dialogis; Artinya, kecuali entri diari video pendek, Wright kebanyakan berbicara tentang emosinya dan pilihannya dengan orang lain. Kami melihatnya belajar dari tim yang dia bentuk hingga mengumumkannya; kita melihatnya berinteraksi dengan saudara perempuannya, Jennifer, dan bibinya yang suportif; kami melihatnya menulis lagu dan berbicara dengan manajer; dan kami melihatnya dalam percakapan yang agak pengakuan tetapi sungguh-sungguh dengan “penasihat spiritual” -nya. Meskipun dia jelas sadar bahwa dia sedang difilmkan, Wright memproyeksikan keterbukaan dan kejujuran yang membuatnya kuat dan menarik. Wish Me Away menunjukkan pentingnya belajar dari komunitas; Artinya, begitu dia memutuskan untuk keluar, Wright dengan hati-hati mendidik dirinya sendiri dengan berbicara kepada orang lain.

Wright juga memungkinkan pemirsa melihat bagaimana kepribadiannya sebagai seorang pemain dibangun. Adegan Wright merekam video musik dan mempersiapkan penampilan di televisi termasuk penata rias dan penata rambut yang sibuk dengan wajah dan ekstensi rambut serta pakaiannya. Gambar-gambar ini sangat kontras dengan pemandangan Wright yang meninggalkan rumahnya di Nashville untuk pindah ke New York, mengemudi sendiri melintasi negara dengan dua anjingnya ke sebuah apartemen yang dia lukis sementara saudara perempuannya membantu.

Wright tampak senang difilmkan tanpa topeng bintangnya. Dalam momen pedih dari diari videonya, dia menangis karena editor bukunya, seorang feminis asli New York, mengkritiknya karena pose seksi dan terbuka dari salah satu fotonya yang sudah diterbitkan sebelumnya. Wright menegaskan bahwa dia tidak menyembunyikan seksualitas lesbiannya dalam foto tersebut, tetapi gambar dengan ekspresi datang kemana-mana dan banyak kulit telanjang adalah versi dirinya.

Film ini memasukkan beberapa momen seperti ini, ketika Wright berkomentar tentang kelenturan penampilan gendernya sendiri. Dia mengatakan bahwa sebagai seorang anak, melihat Billie Jean King di televisi dengan pakaian maskulinnya dan mengetahui bahwa bintang tenis itu gay membuat Wright takut bahwa gaya tomboynya akan “meledakkan penyamarannya”. Dia tahu sejak awal bahwa kinerja gender menandakan sesuatu tentang seksualitasnya. Film ini menunjukkan dia tampil dengan nyaman di seluruh kontinum maskulinitas dan feminitas.

Wright cantik tanpa pesona feminin seperti dirinya, tetapi melihatnya tanpa make-up, dengan jeans, kaos oblong, dan kacamata baca, menggarisbawahi bahwa dia juga wanita biasa. Dia khawatir ketika dia keluar kepadanya, saudara iparnya akan menolaknya dan tidak akan membiarkan dia melihat keponakan dan keponakannya. Dalam dua adegan mengharukan film tersebut, anak-anak saudara perempuannya Jennifer mengungkapkan penyesalan mereka karena Chely tidak keluar lebih awal. Keponakannya, khususnya, mengatakan betapa menyesalnya dia karena dia mengolok-olok orang gay sebelum dia tahu tentang bibinya. Ketika Jennifer dan bocah lelaki itu kemudian berkendara bersama Wright dalam mobil convertible yang mengawalnya sebagai Grand Marshall dari parade Chicago Gay Pride, momen itu terasa seperti pencapaian pribadi dan publik, mengingat betapa Wright harus kehilangan banyak.

Wright menyewa tim humas dan manajer untuk mengumumkan pengumumannya, dan menulis otobiografinya untuk meminta dan bertepatan dengan penampilan televisinya. Ketika penangan Chely melontarkan pertanyaan latihan yang tidak bersahabat tentang motivasi dan kehidupan pribadinya, jelas dari jawabannya bahwa Wright adalah wanita cerdas yang benar-benar ingin menggunakan platformnya untuk berbicara tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk anak-anak seperti dia dengan siapa dia. sangat berempati. Dia ingin anak-anak tumbuh dalam lingkungan religius seperti dia, yang diberitahu bahwa menjadi gay itu jahat, mengetahui bahwa ada orang lain seperti mereka, bahwa mereka bukan setan. Begitu dia meletakkan pistol yang dia pikirkan untuk menyalakan dirinya sendiri, dia ingin menjangkau anak-anak yang seperti dia dan memuluskan jalan mereka. Dia dengan cepat menjadi aktivis yang gigih dan pandai bicara. Dan dia akhirnya menjadi panutan yang luar biasa juga. Apa yang bisa kukatakan? Saya telah menjadi penggemar Chely Wright.

Ketika penyiar CNN Anderson Cooper mengonfirmasi rahasia terbuka seksualitasnya, media bereaksi dengan membedah betapa sedikitnya reaksi yang tampak terhadap pengumumannya. Ini hampir seolah-olah media arus utama telah memutuskan bahwa keluarnya orang-orang aneh sebenarnya bukan lagi sebuah cerita. Saya berasumsi jika Tom Cruise, yang sudah lama digosipkan sebagai gay, memutuskan untuk keluar, ceritanya akan menjadi berita utama. Tapi media tampaknya bangga dengan ketidaktertarikannya saat ini tentang seksualitas.

Bahkan selama Olimpiade minggu ini, fitur NBC tentang pemain sepak bola wanita A.S. Megan Rapinoe menyimpan pengungkapan bahwa dia adalah seorang lesbian selama beberapa saat terakhir alih-alih memimpin dengan seksualitas atlet. [Pembaruan: Demikian pula, saya baru saja mengetahui bahwa pemain Bola Basket Wanita AS Seimone Augustus adalah seorang lesbian yang berencana untuk menikahi pasangannya. Belum pernah mendengar apa pun tentang ini hingga hari ini.

Yang lebih menarik adalah berapa banyak atlet Olimpiade wanita yang memakai riasan ketika mereka bertanding, dan bagaimana mereka menjadikan diri mereka sendiri untuk wawancara dan acara televisi. Apakah mereka masih perlu melakukan feminitas yang tidak mengancam? Wanita-wanita ini sangat mahir secara fisik dan kuat, dengan perut six-pack mereka dan bisep yang dipotong, sehingga mereka tampaknya membutuhkan make-up untuk meyakinkan orang-orang (penggemar dan dealer dukungan potensial?) Tentang feminitas heteroseksual mereka. Saya benar-benar berharap bukan itu masalahnya. (Lihat juga esai Smart Salon Amanda Marcotte, “Athletes Don’t Wear Heels,” yang membahas masalah ini.)

Wish Me Away dan semua situs internet yang saya jelajahi setelah saya melihat film tersebut membangun akhir yang bahagia untuk Chely Wright. Para pembuat film menceritakan pernikahannya dengan Blitzer di akhir film. Meskipun saya berharap pernikahan bukanlah sine qua non dari hubungan – LGBT atau straight – saya mengakui bahwa itu keren bahwa seorang wanita Kristen yang sangat religius menikahi seorang gadis Yahudi New York. Blitzer sebenarnya pernah bekerja untuk Faith in America, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk mengakhiri fanatisme agama di komunitas LGBT (Wright sekarang menjabat sebagai dewan direksi).

Baca juga : Plot Film Ant Man Superhero Amerika (2015)

Lalu, apakah masih penting bahwa tokoh-tokoh seperti Chely Wright, Frank Ocean, Anderson Cooper, Jane Lynch, Neil Patrick Harris, Wanda Sykes, Zachary Quinto, dan Cherry Jones, hanya untuk beberapa contoh, muncul ke publik? Ya, saya pikir begitu. Jika pengumuman ini menjadi hal biasa dan media mempengaruhi kebosanan dengan wahyu mereka, biarlah. Karena di suatu tempat di Wellsville, Kansas, atau di kota-kota kecil lainnya atau komunitas konservatif yang beragama di seluruh negeri, masih ada lebih banyak anak perempuan atau laki-laki berusia delapan tahun seperti Chely Wright, yang menyadari perbedaan mereka dan takut mereka sedang dalam perjalanan. ke neraka bukan buatan mereka sendiri. Jika mereka dapat melihat seseorang yang berbakat, pintar, pandai bicara, dan tulus seperti Chely Wright dan melihat panutan yang mereka butuhkan untuk tumbuh dengan bangga, saya pikir itu masih sangat penting.

Review 5 Album Studio Pertama Chely Wright
Informasi Uncategorized

Review 5 Album Studio Pertama Chely Wright

1994: Woman in the Moon

www.wishmeawaydoc.comReview 5 Album Studio Pertama Chely Wright. Woman in the Moon adalah a album studio oleh artis negara Amerika (Chely Wright). Album ini dirilis pada 9 Agustus 1994 pada Polydor Records dan diproduksi oleh keduanya Barry Beckett dan Harold Shedd. Woman in the Moon adalah album debut Wright sebagai artis musik dan berisi total sepuluh lagu. Album ini menelurkan tiga single dan merupakan yang pertama dari dua album yang akan dirilis Wright di bawah label Polydor.

Latar belakang dan konten

Woman in the Moon direkam dalam Nashville, Tennessee, Amerika Serikat dan terdiri dari sepuluh lagu. Kedua Barry Beckett dan Harold Shedd memproduseri album tersebut. Separuh dari trek album ditulis atau ditulis bersama oleh Wright. Lagu-lagu ini termasuk “Till All Her Tears Are Dry”, “Go On and Go”, dan “Sea of ​​Cowboy Hats”, yang nantinya akan dirilis sebagai single. Album ini juga menyertakan sampul Bill Anderson’s “Nobody But a Fool (Would Love You)”, yang merupakan hit sepuluh besar untuk Connie Smith pada tahun 1966. Lagu ketujuh “I Love You Enough to Let You Go” ditulis bersama oleh artis country Keith Whitley. Lagu kedua album “He a Good Ole Boy” disusun oleh penulis lagu musik country Harlan Howard, yang sebelumnya menulis lagu untuk artis country terkenal lainnya.

Rilis dan penerimaan

Woman in the Moon dirilis pada 9 Agustus 1994 pada PolyGram dan Catatan Merkurius. Itu didistribusikan sebagai a compact disc dan a kaset. Proyek ini melahirkan tiga single antara 1994 dan 1995. Single utama album “He a Good Ole Boy” dirilis pada Juli 1994, memuncak di nomor 58 di Papan iklan Hot Negara Lain Trek grafik dan nomor 55 di Kanada RPM Diagram Trek Negara. Single kedua, “Till I Was Loved By You,” dirilis pada Oktober 1994, memuncak di nomor 48 di tangga lagu negara dan nomor 66 di lagu tangga RPM Country Tracks. Single ketiga yang muncul adalah lagu “Sea of ​​Cowboy Hats”, yang dirilis pada tahun 1995. Lagu tersebut mencapai puncak 56 di tangga lagu negara Amerika dan 74 di tangga lagu negara Kanada tahun itu.

Brett Milano dari New Country menilai album 3 1⁄2 bintang dari 5, mengatakan bahwa Wright “jelas menyukai lirik dengan alur cerita yang gemuk” dan “Wright juga memiliki sisi romantis yang lebih hangat, seperti … ‘Till I Was Loved by You’ mendemonstrasikan, tetapi sebagian besar jejak ini menunjukkan bahwa dia bukan wanita yang harus diganggu. ” Ulasan Milano juga memilih “The Last Supper”, yang menyebutkan bahwa subjek dari lagu tersebut adalah “benar-benar berencana untuk meracuni” suaminya.

1996: Right in the Middle of It

Right in the Middle of It adalah a album studio oleh artis negara Amerika (Chely Wright). Album ini dirilis pada 9 Januari 1996 pada PolyGram/Mercury Records dan berisi 11 track. Album ini diproduseri bersama oleh Ed Seay dan Harold Shedd. Meski mendapat banyak pujian, album itu tidak berhasil. Tiga dari single-nya berada di posisi paling bawah di tangga lagu country Amerika Utara, yang kemudian mempengaruhi Wright untuk meninggalkan label.

Latar Belakang

Tepat di Tengah Itu direkam di Nashville, Tennessee di studio Music Mill dan Money Pit. Ini diproduksi bersama oleh Ed Seay dan Harold Shedd. Ini tidak seperti rilis Polydor sebelumnya yang berjudul Woman in the Moon, yang diproduksi bersama oleh Shedd dan Barry Beckett. Tepat di Tengahnya berisi 11 trek material. Tiga dari sebelas lagu album ditulis atau ditulis bersama oleh Wright: judul lagu, “The Other Woman”, dan “Gotta Get Good at Givin ‘Again”. Produksi dan suara album terutama terdiri dari suara country tradisional yang mencakup lagu uptempo dan balada. Charlotte Dillon dari Allmusic berkomentar bahwa produksi album termasuk banyak “dentingan country alami”. Lagu kesepuluh dalam rekaman berjudul “It’s Not Too Late” ditulis bersama oleh artis country Amerika Tracy Byrd. Lagu keenam “What I Learned from Loving You” awalnya direkam oleh Lynn Anderson dan menjadi single country 20 Teratas untuknya pada tahun 1983.

Baca Juga: Perjalanan Sejarah Karier Seorang Chely Wright

Penerimaan Kritis

Tepat di Tengahnya menerima tanggapan kritis positif pada rilis awalnya pada Januari 1996. Charlotte Dillon dari Allmusic memberi Right in the Middle of It empat setengah dari lima bintang, menyebutnya “pilihan album” Wright. Dillon memuji Wright karena memiliki kemampuan merekam kedua balada dan memiliki energi yang cukup untuk mencatatkan nomor negara yang lebih maju. Dillon juga menyatakan bahwa banyak pengaruh musik Wright (seperti Connie Smith dan Buck Owens) telah menunjukkan pengaruh pada banyak lagu individu album. Selain itu, Dillon memuji pengalaman musik Wright, dengan menyatakan, “Ini mungkin hanya album keduanya, tapi dia memiliki banyak pengalaman menyanyi, dimulai dengan kumpul-kumpul keluarga ketika dia masih kecil, di mana bernyanyi dengan biola dan gitar adalah hal yang biasa. Sebelum menginjak masa remajanya, dia sudah membentuk band country sendiri. Sejak awal Wright mengenal musik hebat seperti Loretta Lynn, Buck Owens, Connie Smith, dan Conway Twitty. Banyak dari pengaruh tersebut dapat didengar dalam lagu-lagu di Right in the Middle of It. ”

Rilis dan penampilan chart

Right in the Middle of It menelurkan tiga single antara 1995 dan 1996, yang semuanya masuk chart di Tangga Billboard Magazine lagu country single. Single utama album berjudul “Listenin ‘to the Radio” dirilis pada Oktober 1995, memuncak pada nomor 66 di Hot Country Singles & Tracks chart dan nomor 84 di Kanada RPM Bagan Tunggal Negara. Lagu kedua album “The Love That We Lost” dirilis sebagai single kedua pada Januari 1996, yang mencapai nomor 41 di tangga lagu Billboard negara dan nomor 51 di Kanada tangga RPM lagu negara. Single terakhir yang dirilis adalah “The Love He Left Behind” pada tahun 1996, yang gagal memetakan manapun chart Billboard atau di Kanada. Right in the Middle of It secara resmi dirilis pada 9 Januari 1996 di PolyGram / Mercury Records. Ini awalnya diterbitkan sebagai compact disc dan a kaset. Dengan kurangnya kesuksesan komersial rekaman, Wright kemudian meninggalkan PolyGram / Mercury. Dia kemudian akan menandatangani kesepakatan dengan MCA Nashville.

1997: Let Me In

Let Me In adalah album studio ketiga oleh artis negara Amerika (Chely Wright). Album ini dirilis pada 9 September 1997 pada MCA Nashville Records dan diproduksi oleh Tony Brown. Let Me In adalah album pertama Wright yang masuk tangga lagu di Billboard Magazine juga menelurkan tangga album dan single Top 40 pertamanya. Itu juga yang pertama dari tiga album yang direkam Wright untuk label MCA Nashville.

Background

Let Me In direkam di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat dan berisi sepuluh trek materi rekaman. Produser album, Tony Brown, dikenal karena memproduksi artis terkenal lainnya di label MCA Nashville, seperti Selat George dan Reba McEntire. Brian Wahlert dari Country Standard Time menemukan bahwa produksi album tampaknya diarahkan ke pasar country pop, menyebut album itu sendiri sebagai “country-pop gem”. Thom Owens dari Allmusic menemukan bahwa produser Tony Brown tampaknya telah menanggalkan produksi album “sampai ke intinya”. Owens menjelaskan bahwa, “untuk sebagian besar Let Me In, dia bernyanyi dengan aransemen akustik yang bersih; hanya beberapa potongan yang dihiasi dengan instrumentasi pop / rock. Wright mendapatkan keuntungan dari aransemen cadangan, yang hanya menekankan suaranya yang indah dan kharismanya.” Lagu kesembilan album, “Feelin ‘Single – Seein’ Double”, adalah versi cover dari lagu asli oleh artis country Amerika Emmylou Harris, ditemukan di album 1975-nya Hotel Elite. Tiga dari sepuluh lagu album ditulis bersama oleh Wright, termasuk lagu pembuka “Your Woman Misses Her Man”, “I Already Do” (yang pada akhirnya akan dirilis sebagai single), dan “Is It Love Yet “.

Penerimaan kritis

Let Me In terutama menerima ulasan positif dari para kritikus. Negara Standard Time’s Brian Walhert mengatakan bahwa pertama album lima lagu yang ‘ahlinya dibuat’, menyebut lagu ketiga ‘Shut Up and Drive Untuk menggabungkan kedua ‘simpati’ dan ‘mendesak tenang’. Walhert juga memuji lagu keempat “Emma Jean’s Guitar” untuk alur cerita dan plotnya. Walhert kemudian berkomentar bahwa album tersebut sepertinya menjadi “menurun” setelah lagu kelima mengatakan, “Tapi kemudian musik mulai menurun dengan” Just Another Heartache, “terdengar seperti pengisi untuk a Lorrie Morgan Album. Vokal Wright selalu hangat dan manis dengan sedikit dentingan. Kami berharap dia bisa menghasilkan lagu yang lebih baik lain kali. ” Alanna Nash dari Entertainment Weekly memberi Let Me In a “B +” rating yang menyatakan, “… pada Let Me In, dia mengubah perintahnya menjadi program yang bagus di negara kontemporer, termasuk judul ballad dan” Emma Jean’s Guitar, “bidang kiri lagu tentang instrumen pegadaian dan cerita yang dimilikinya .. Sebuah permata yang tak terduga.

Thom Owens dari Allmusic Mereview juga Let Me In dan memberikan album empat dari lima bintang, menyatakan bahwa karena produksi album, “hasilnya adalah albumnya yang paling berprestasi dan bisa dibilang terbaik sampai saat ini.”

Baca Juga: Carmit Bachar, Penyanyi Asal Amerika Yang Berdarah Indonesia

Rilisan dan single

Let Me In menelurkan lagu ketiganya “Shut Up and Drive” sebagai single utama pada bulan Juli 1997. Single ini menjadi single Top 40 pertama Wright serta single hit besar pertamanya, mencapai # 14 di Papan iklan Hot Country Singles and Tracks , # 112 di Bubbling Under Hot 100 single chart, dan juga # 21 di Canadian RPM Bagan Tunggal Negara. Single kedua yang dirilis adalah lagu keenam album “Just Another Heartache” pada November 1997. Single ini akhirnya memuncak di # 39 di chart Billboard Hot Country Singles and Tracks dan # 51 di chart RPM Country Singles Kanada . Single ketiga dan terakhir yang dihasilkan dari Let Me In adalah lagu “I Already Do” pada Maret 1998. Lagu ini mencapai posisi # 36 di tangga lagu Billboard negara dan # 59 di Kanada tangga RPM lagu country. Let Me In secara resmi dirilis pada tanggal 9 September 1997 pada MCA Nashville Records melalui a cakram padat. Album ini menjadi rilis pertama Wright untuk memetakan di tangga Billboard album, memuncak di # 25 di Billboard Album Negara Teratas Bagan, # 171 di Billboard 200, dan # 10 di Heatseekers teratas Grafik. Selain itu, Let Me In juga mencapai posisi # 23 di Kanada tangga RPM lagu Album / VCD Negara pada tahun 1998.

1999: Single White Female

Single White Female adalah album studio keempat oleh artis negara Amerika (Chely Wright). Album ini dirilis pada 18 Mei 1999 pada MCA Nashville Records dan diproduksi oleh Tony Brown, Buddy Cannon, dan Norro Wilson. Single White Female menjadi album Wright yang paling sukses, menerima sebuah RIAA Sertifikasi Dan menelurkan dua single hit besar. Album ini menerima ulasan positif terutama dari para kritikus, banyak di antaranya memuji perpaduan diferensiasi musiknya.

Background

Single White Female direkam pada Januari 1999 di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat dan terdiri dari sepuluh lagu. Rekaman itu adalah kolaborasi kedua Wright dengan produser Tony Brown, tapi dia yang pertama dengan keduanya Buddy Cannon dan Norro Wilson. Stephen Thomas Erlewine dari Allmusic menganggap album itu “mengambil apa yang ditinggalkan pendahulunya”, memberikan sepuluh lagu dengan “bersih” dan “aransemen berselera tinggi”. Erlewine kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa produksi rekaman membantu menempatkan vokal Wright memimpin instrumentasi alih-alih tertinggal di belakang aransemen orkestra besar. About.com menemukan Single White Female untuk memasukkan “campuran bagus dari lagu-lagu cepat dan balada.” Resensi kemudian menjelaskan secara singkat produksi dari sepuluh lagu: “Single-nya sangat bagus, dan sisa albumnya tidak bisa disebut filler. Lagu-lagunya memiliki keunikan itu yaitu Chely, dan mudah dilihat mengapa rekor ini adalah yang paling sukses hingga saat ini. ” Tidak seperti rilis sebelumnya, Wright hanya menulis atau ikut menulis dua dari sepuluh lagu album: “Picket Fences” dan “Some Kind of Something ‘”. Sesama artis country Vince Gill, Alison Krauss, Patty Loveless, dan Trisha Yearwood menyanyikan vokal harmoni di beberapa trek album. Single White Female termasuk cover yang direkam ulang dari single Wright tahun 1996 “The Love That We Lost”. Selain itu, lagu keenam album “The Fire” nantinya akan direkam oleh Mindy McCready pada tahun 2002-nya rekaman berjudul diri sendiri.

Resepsi kritis

Perempuan Kulit Putih Tunggal diberikan sebagian besar, ulasan positif dari para kritikus. Menulis untuk Waktu Standar Negara, Rick Teverbaugh menyebut album itu “lebih dewasa” dan “bijaksana” daripada rekaman terakhirnya. Teverbaugh kemudian menyebutkan bahwa trek “Pagar Piket” tampak seolah-olah “terinspirasi oleh TV”, sementara ia menganggap “Beberapa Jenis Sesuatu” sebagai trek “yang lebih ringan” dalam rekaman. Teverbaugh kemudian membahas lagu kesembilan “Rubbin ‘It In”, menyebutnya sebagai lagu paling “pintar” dalam rekaman. Teverbaugh menggambarkan plot dibalik lagu tersebut: “… tentang seorang wanita yang begitu mementingkan diri sendiri dalam mabuk cinta sehingga dia percaya semua orang tahu dan membuatnya lebih sadar akan kesengsaraannya sendiri.” About.com memberi Single White Female review yang cukup beragam, menyatakan bahwa rilisnya “diisi dengan lagu-lagu yang penuh emosi, bahagia atau sedih.” Situs tersebut memberikan tanggapan negatif pada lagu “The Love That We Lost”, menyebut produksi di dalamnya “hambar dan pop”. Lagu ketujuh album “Pagar Piket” juga mendapat tanggapan negatif, menemukan tempo untuk menyeret. Peninjau kemudian memberikan alasannya: “Tempo lagu yang lambat hanya membuat segala sesuatunya terasa seret, dan terus terang, saya tidak cenderung bersimpati pada cerita karakter tersebut.” Namun secara keseluruhan, situs tersebut menemukan album tersebut sebagai “kumpulan lagu yang berkisar dalam emosi dari happy-go-lucky hingga mengambil alih hidup Anda.” Menulis untuk Allmusic, Stephen Thomas Erlewine memberi Single White Female empat dari lima bintang, menyatakan bahwa sebagian besar jejaknya tidak segera menarik perhatian pendengar, tetapi pada akhirnya akan bekerja dengan baik ke dalam ingatan seseorang. Erlewine mencatat bahwa penampilan vokal terbaik Wright ada pada keseimbangan album, namun ia menemukan judul lagu dan “The Fire” menjadi “sama-sama meyakinkan”. Dia menyimpulkan bahwa trek album adalah alasan utama bahwa rekaman tersebut adalah “tambahan sambutan” untuk katalog musik Wright.

Rilis dan single

Single White Female merilis lagu utamanya, the title track, sebagai single pertama album pada Maret 1999. Lagu ini menjadi single Top 10 pertama Wright dan hit nomor satu pertamanya dan satu-satunya, mencapai posisi teratas pada September 1999. Judul lagu juga mencapai # 36 pada Billboard Hot 100 dan juga menduduki puncak Trek Negara Kanada Diagram. Album itu sendiri dirilis pada 18 Mei 1999 dan memuncak pada # 15 di Papan iklan Album Negara Teratas Bagan, # 124 di Billboard 200, dan # 16 lagu tangga RPM Country Albums / CD. Single kedua yang dirilis adalah lagu ketiga berjudul “It Was”, yang dikeluarkan pada bulan September 1999, memuncak pada # 11 di Billboard Hot Negara Lain Trek grafik dan # 52 di Canadian Country Tracks chart. Single ketiga dan terakhir yang dirilis dari Single White Female adalah lagu kedua dari rekaman itu “She Went Out for Cigarettes”. Lagu ini mencapai # 49 pada daftar Lagu & Lagu Negara Panas dan # 84 pada bagan Lagu Negara Kanada.

2001: Never Love You Enough

Never Love You Enough adalah album studio kelima yang dirilis oleh Amerika musik artis country Chely Wright. Album ini dirilis pada 25 September 2001 via MCA Nashville, dan merupakan album terakhirnya untuk label tersebut.

Konten

Dua lagu pertamanya – judul lagu dan “Jezebel” – keduanya dirilis sebagai single, keduanya memuncak pada pertengahan tahun 20-an pada Tangga Billboard lagu negara. Yang terakhir ini ditulis bersama oleh Jay DeMarcus, gitaris bass untuk grup Rascal Flatts. Trisha Yearwood menyanyikan vokal latar pada lagu “Wouldn’t It Be Cool” dan Phil Vassar di “Untuk Jangka Panjang”. Brad Paisley menyumbangkan vokal latar untuk “Not as in Love” dan “One Night in Las Vegas.”

Penerimaan kritis

Michael Galluci dari Allmusic menilai album ini 2 bintang dari 5, mengatakan bahwa “Tindak lanjut yang lebih konservatif ini menemukannya kembali di pertanian, masih melacak seluk beluk cinta, tetapi disertai dengan ketidakpedulian yang mengangkat bahu.” Eli Messinger dari Country Standard Time memberikan album tinjauan yang beragam, dengan mengatakan bahwa “Kebersamaan telah memberi jalan kepada materi crossover yang ramah tangga lagu dan power-ballad bergaya arena yang terus menguasai terbarunya.” dan “Pesan tradisional sentris mungkin terhubung dengan pendengar, tetapi pesan tersebut tidak akan menekan tombol atau batasan siapa pun… Ini adalah album pop yang menyenangkan, tetapi bukan jenis karya yang benar-benar berkesan yang Wright jelas mampu lakukan.”

Interview: Chely Wright, Bintang Lesbian Pertama Musik Country
Artikel Film

Interview: Chely Wright, Bintang Lesbian Pertama Musik Country

www.wishmeawaydoc.comInterview: Chely Wright, Bintang Lesbian Pertama Musik Country. Ah, ingatlah musim semi lalu ketika burung-burung berkicau melalui angin sepoi-sepoi dan seluruh internet terjebak dalam permainan menyenangkan dari Siapa yang Keluar Pada Tanggal 5 Mei? Setiap situs gay berteori tentang siapa yang keluar di Cinco De Gayo dan kami sebagian besar salah.

Seperti yang kita semua tahu sekarang, itu adalah Chely Wright. Setelah tanggal 5 Mei, Chely ada di mana-mana dalam tur media buku / album / homogay nya – Oprah, Ellen, The Today Show, Fox News, Joy Behar dan Diane Sawyer.

Namun mari kita menjadi nyata – jika Anda belum menjadi penggemar musik country, Anda mungkin belum pernah mendengar tentang Chely Wright sebelum The Great Coming Out of May 5, meskipun memiliki karir yang luar biasa di musik country di tahun 90-an. (Chely dinobatkan sebagai Top New Female Vocalist pada tahun 1995 dan mendapatkan hit country 40 besar pertamanya, ‘Shut up and Drive,’ pada tahun 1997. “Single White Female,” dari album keempatnya, adalah single nomor satu pertamanya.)

Drinkers, penjudi dan penipu memainkan peran utama dalam lirik country dan tampaknya tidak ada yang peduli, tetapi gagasan bahwa penyanyi yang tinggal di Nashville yang merupakan seorang All-American, Kristen, topi koboi adalah -gasp- gay, hampir tidak pernah terdengar [Saya sebelumnya mewawancarai up -dan-pendatang lesbian country rocker, Jennifer Corday].

Di Like Me, Chely mencatat kebangkitan 20 tahun karirnya di industri musik, dan membawa kita melalui hubungan rahasia 11 tahun dengan wanita yang dia sebut ‘cinta dalam hidupnya’ yang akhirnya retak di bawah tekanan kehidupan yang sangat tertutup. Bahkan sahabatnya tidak tahu tentang hubungan itu. Sesuatu terjadi di dalam dirinya setelah dia memasukkan senjata 9mm di mulutnya dan dia menyadari bahwa dia harus keluar, tidak peduli konsekuensinya.

CD ke delapannya, Lifted Off the Ground mengiringi rilis bukunya, dan ada juga film dokumenter yang akan datang, Wish Me Away, yang mengikuti Chely menjelang pesta besarnya di televisi nasional. Dari lagu “Like Me” di album barunya:

Dan siapa yang akan memegang tanganmu-

Seorang wanita cantik atau pria tinggi dan tampan?

Tidak ada keraguan mereka akan mencintaimu, tetapi itu belum terlihat:

Apakah ada yang pernah tahu kamu menyukai saya?

Sejak keluar, Chely telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin komunitas gay, baru-baru ini ditunjuk sebagai juru bicara GLSEN dan mendirikan Organisasi LIKEME, yang bekerja untuk mencegah intimidasi gay dan bunuh diri remaja. Dia juga membuat putaran di semua festival kebanggaan dan kemungkinan akan menjadi manusia yang paling berperilaku baik Dinah Shore tahun ini, di mana dia akan tampil dan menandatangani salinan bukunya.

Questioner berbincang dengan Chely Wright tentang badai api media di sekitarnya yang keluar Mei lalu, reaksi dunia musik country, penampilannya yang akan datang di Dinah, tempatnya berdiri secara politis, bekerja dengan Linda Perry, persahabatannya dengan Kristin Chenoweth, dan apakah keluar membantu – atau merusak karirnya.

Questioner: Pasti sangat menegangkan untuk membuat film dokumenter saat Anda melalui bulan-bulan yang mengubah hidup sebelum Anda keluar.

Chely: Itu pasti menambah lapisan stres, tetapi bukan karena saya merasa saya perlu “on” atau apa pun. Para pembuat film (file TVgals – Bobbie Birleffi & Beverly Kopf) hanya mendokumentasikan apa yang terjadi, ini bukan pertunjukan. Saya hanya melakukan beberapa wawancara duduk dengan mereka. Sisanya mereka hanya mendokumentasikan apa yang saya lakukan – persiapan untuk coming out. Mereka sedang syuting di belakang panggung ketika saya pergi ke The Today Show, dll. Tapi, harus saya katakan, itu cukup mengganggu, membuat pembuat film meneriakkan “Apa yang kamu lakukan hari ini?” “Oh, saya sedang mengendarai sepeda di Central Park.” “Bisakah kita datang merekamnya?” “Lakukan apa yang kamu mau, aku tidak peduli!” Ini adalah pengalaman yang panjang dan berlarut-larut untuk mencoba membuat diri Anda tersedia untuk pembuat film, tetapi saya sangat menyukai TVgals dan menghargai bahwa mereka mencoba membuat film yang bagus, bahkan jika itu terkadang mengganggu ruang saya. Di kota dengan banyak orang menakjubkan yang akan diperkenalkan kepada para pembuat film yang luar biasa dan penuh kasih ini yang melihat sebuah cerita terungkap… Saya bahkan belum melihat filmnya. Saya tidak memiliki kendali kreatif atas film tersebut .. Ini bukan film saya, ini milik mereka, tapi saya senang melihatnya minggu depan untuk pertama kalinya. Ini harus memukul festival film di Musim Semi.

Questioner: Setelah tidak menghiraukan sepatah kata pun tentang hubungan jangka panjang Anda dengan siapa pun, bagaimana Anda bisa berayun begitu ekstrem ke arah yang berlawanan – sebagai aktivis hak-hak gay yang besar dengan buku, CD, dan dokumenter yang berfokus pada kisah Anda yang sedang keluar?

Chely: Ini dimulai dengan ujung pistol di mulutku. Saya menghabiskan setiap ons energi untuk menyembunyikan fakta bahwa saya gay. Saya pikir setiap gay yang menyembunyikannya memiliki neraca, di mana di satu sisi “bersembunyi sudah cukup” dan di sisi lain “bersembunyi itu membunuh saya.” Itu adalah keseluruhan proses – OK, saya mendapatkan karir saya, saya memiliki hubungan saya dan itu membebani kami tetapi kami baik-baik saja, dan kemudian Anda mendamaikannya. Dan kemudian saya mendapati diri saya tanpa pasangan saya karena kami putus, dan saya melihat sekeliling dan menyadari bahwa semua yang saya peroleh dalam kekayaan materi tidak ada artinya bagi saya. Tidak ada yang mengenal saya. Saya tidak punya teman sejati. Saya tidak dapat menjangkau teman-teman saya dan mengatakan saya patah hati karena mereka bahkan tidak tahu saya memiliki hubungan. Dan, saya memasukkan pistol ke dalam mulut saya. Dengan rahmat Tuhan saya tidak menarik pelatuknya malam itu dan saya naik ke atas. Keesokan paginya saya pergi ke bawah ke tempat senjata itu berada dan saya berlutut dan berkata “Ya Tuhan, tolong ambil itu.” Dan jawaban yang saya dapat dari doa itu adalah “ini omong kosong. Anda akan keluar. Kamu tidak boleh melakukan ini. Anda tidak akan pernah memiliki hidup yang utuh dan sehat dan Anda tidak dapat menemukan cinta. ” Anda akan menjadi Nona Havisham dalam Charles Dickens Harapan Besar di sebuah rumah besar.

Baca Juga: Perjalanan Sejarah Karier Seorang Chely Wright

Questioner: Apakah mengungkapkan kepada komunitas Nashville, teman, keluarga, dan perusahaan rekaman Anda tanpa keuntungan media dan kampanye publisitas pernah menjadi pilihan?

Chely: Itu semua atau tidak sama sekali bagi saya. Saya tahu bahwa jika saya memiliki pistol di mulut saya, saya dapat membayangkan berapa banyak anak yang duduk di kamar tidur mereka dengan sebotol pil, atau di ambang dengan cara lain. Saya bangga dengan siapa saya sebagai pribadi. Saya telah memasukkan hampir 20 tahun ke dalam ibukota publik. Saya telah dikenal dalam musik country sebagai salah satu orang All-American yang paling dihormati, dermawan, baik, pekerja keras, yang membuat rekaman di Nashville – dan itu penting. Saya ingin menggunakan suara saya dan cara melakukannya adalah dengan membuat pernyataan besar. Saya adalah semua itu dan saya ingin menjelaskan kepada publik Amerika, saya seorang wanita gay. Siapapun yang mengenal saya kembali ke masa kecil saya di Kansas tahu bahwa saya adalah ketua kelas saya selama sekolah menengah, saya memulai beberapa klub pemerintahan di sekolah menengah saya, saya adalah kapten tim bola basket saya. Saya seorang pemimpin. Ketika Anda adalah pemimpin alami dan kemudian Anda bersembunyi, itu merendahkan dan itu melakukan sesuatu kepada Anda dan sesuatu tersentak di dalam diri saya. Saya hanya lelah tidak menjadi pemimpin dan seseorang harus berdiri. Dengar, aku bisa dengan mudah hanya berkicau, “Hei ya, aku gay!” [tertawa] Tapi, saya perlu menulis cerita saya dan saya tidak bisa memberitahu Anda berapa banyak anak berusia 20, 30, 40 tahun yang telah datang kepada saya dan berkata, “Terima kasih telah menulis cerita Anda karena saya merasa seperti sedang membaca halaman-halaman hidup saya. ”

Questioner: Bagaimana perasaan Anda ketika Anda kembali ke Nashville hari ini – setelah keluar? Apakah teman lama Anda menghubungi Anda, baik di komunitas musik maupun secara pribadi?

Chely: Beberapa teman saya yang merupakan seniman menghubungi saya secara pribadi, tetapi hanya satu dari seniman itu – Mary Chapin Carpenter – yang membuat pernyataan publik tentang apa yang saya sampaikan, ke positif. Mary Chapin Carpenter berkata, “Chely harus dipuji atas apa yang telah dilakukannya.” Teman-teman artis saya yang lain menghubungi saya secara pribadi dan mengatakan mereka mencintai saya dan bahwa mereka bangga pada saya, tetapi ketika ditanya di depan umum, mereka tidak berkomentar.

Questioner: Mengapa mereka tidak mendukung Anda secara terbuka?

Chely: Mereka tidak ingin penggemarnya tahu bahwa mereka ramah LGBT. Ada juga teman artis lain yang tidak pernah saya dengar lagi. Ada banyak orang lain di industri ini yang memiliki hubungan baik dengan saya melalui email, atau terkadang mengirim pesan teks yang belum saya dengar sepatah kata pun.

Questioner: Apakah ada orang yang bisa Anda sebutkan?

Chely: …. Saya tidak ingin melihat siapa pun sebagai bajingan. Tidak baik untuk keluar orang [tertawa].

Questioner: Apa yang bisa Anda ceritakan Howard Bragman [humas Hollywood yang menasihati Lance Bass, Meredith Baxter, Chaz Bono dan sejumlah bintang olahraga] dan “strategi” untuk keluar?

Chely: Yah, saya sudah cukup banyak selesai menulis buku saya dan filmnya sedang berjalan dan rekaman saya hampir selesai sejak tahun 2008. Saya tahu ketika saya keluar bahwa saya ingin memulai sebagai suara yang efektif di komunitas gay, jadi saya menghubungi direktur eksekutif GLAAD dan GLSEN agar mereka dapat mendidik saya. Saya tahu saya membutuhkan humas yang berspesialisasi dalam hal ini dan tidak akan takut. Seseorang yang dapat membantu saya melakukan ini dengan baik. Dan, setiap orang berkata hanya ada satu orang – Howard Bragman. Jadi, saya menghubungi Howard dan dia akan berada di New York sebulan kemudian. Sebulan kemudian, kami duduk di Brooklyn Diner dan saya memberinya draf buku saya dan mengatakan ini adalah proyek yang telah saya jalani dan pada dasarnya mengatakan kepadanya bahwa saya membutuhkan seseorang yang tidak akan merasa ngeri dan lari… Kata “gay” membuat takut orang di Nashville. Dan, dia menelepon saya beberapa hari kemudian dan berkata “Saya bisa melakukan ini untuk Anda dan saya sangat tertarik dengan ini karena Anda mewakili sesuatu dalam komunitas gay yang belum pernah terlihat.” Kami jelas belum melihat bintang musik country gay. Dia tahu saya bekerja dengan GLSEN dan tahu tujuan saya adalah mencoba dan membuat hidup lebih baik bagi kaum muda.

“Dengar, aku bisa dengan mudah hanya berkicau, ‘hei ya akan, aku gay!’ Tapi, saya perlu menuliskan cerita saya. ‘”

Saat itulah strategi dimulai – untuk merilis buku dan rekaman pada hari yang sama… Saya harus memberitahu Anda, saya menelepon tim saya berkali-kali selama bulan-bulan sebelum 5 Mei dan berkata “Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, aku harus melanjutkan hidupku” dan dia berkata, “Chely, kita punya rencana yang bagus di sini. Jika Anda bisa menunggu. Mari membawa Anda ke puncak gunung dan ketika Anda mendeklarasikannya, lebih banyak orang akan mendengarnya. “ Bagi saya untuk mencoba dan memberi tahu Howard Bragman bagaimana meluncurkan kampanye publisitas sama seperti saya memberitahu ahli jantung saya bagaimana melakukan operasi.

Saya harus mengatakan, awalnya saya mengira dia mungkin sedikit lelah, atau seperti itu akan menjadi topi lama untuknya. Saya bahkan tidak bisa memberitahu Anda berapa kali dia duduk dengan saya dan memegang tangan saya dan menjadi emosional dan berkata “ini penting, kamu penting.” Saya suka pria itu. Benar-benar memujanya.

Questioner: Saya ingat di minggu-minggu menjelang 5 Mei, ada file permainan tebak-tebakan besar di semua blog gay. Fokus yang intens pada “siapa yang akan keluar pada 5 Mei?“Apakah Anda mengetahui semua gosip dan spekulasi tentang siapa itu?

Chely: Saya tidak. Tidak semuanya. Saya telah keluar dari grid pada awal April karena alasan itu, jadi saya tidak tahu semua itu. Saya bahkan tidak kembali ke grid sampai Agustus. Saya tidak melihat Facebook atau membaca blog sama sekali. Yang saya dapatkan hanyalah email saya.

Questioner: Teman-teman Anda tidak pernah memberitahu Anda bahwa ada badai api media yang sedang terjadi?

Chely: Tidak satupun. Teman-teman saya di New York yang mungkin membaca buzz itu tidak memberi tahu saya karena mereka tidak ingin membuat saya gugup. Saya sangat takut dan cemas saat itu. Saya sangat stres. Saat Anda merilis rekaman dalam normal keadaan, Anda stres! Tapi kemudian saya mendapat wahyu besar tentang “hei ya akan, saya gay” kisah bercampur jadi … Teman-teman saya di Nashville yang mungkin pernah mendengar desas-desus itu bahkan tidak tahu bahwa saya gay, jadi mereka bukan tentang untuk menelepon saya dan berkata “hei, apakah kamu mendengar ada orang gay yang keluar?” Mereka TIDAK PERNAH menyarankan hal seperti itu kepada saya. Mereka tidak pernah membicarakan hal-hal seperti itu. Bahkan jika mereka diam-diam mengira saya gay, kami tidak pernah membicarakan gosip, sama sekali.

Questioner: Ada persepsi dalam komunitas gay bahwa coming out telah membantu karir Anda, karena Anda memiliki semua keterpaparan ini. Benarkah?

Chely: Mereka salah. Ada komunitas gay yang sekarang mengetahui nama saya dan ini merupakan lompatan panjang dari demografi baru orang-orang yang akan datang ke halaman Facebook saya dan menekan tombol “Suka” agar mereka membeli album saya dan datang ke pertunjukan live. Ini adalah peregangan besar dari para penggemar baru untuk menggantikan para penggemar yang hilang. Itu tidak membantu karir saya. Penjualan rekaman saya langsung setengahnya. Kalau nampak dari luar ke dalam membantu karir saya, bisa jadi karena saya belum membicarakan hal negatifnya. Anda tidak akan mendengar saya mengomel dan mengeluh di Facebook saya tentang surat kebencian yang saya terima. Hidup saya terancam. Saya mendapatkan surat-surat yang tidak menyenangkan setiap hari, “Saya selesai denganmu Chely Wright, kamu akan masuk neraka.” Ada perbedaan besar antara pers dan advokasi dan…. terkadang orang lupa bahwa orang yang menyanyi atau membuat film, ini bukan sekedar hobi bagi kita. Beginilah cara saya membayar tagihan saya. Saat keluar saya punya perasaan bahwa itu akan mengurangi penghasilan upah saya, dan perasaan itu benar. Dan, saya baik-baik saja dengan itu.

Questioner: Jika Anda bukan penyanyi dengan basis penggemar dan karier yang hilang, apakah Anda pikir Anda akan keluar di usia 20-an?

Chely: Astaga, sulit dibayangkan. Saya sudah memikirkannya. Saya benar-benar merasa bahwa saya ‘OK’ dengan Tuhan di akhir masa remaja saya, tetapi sulit untuk mengatakan … Oke, seandainya saya bukan penyanyi musik country, saya mungkin telah menjadi seorang guru. Guru yang saya temui mengalami kesulitan untuk keluar karena jika siswa atau orang tua mengetahui bahwa mereka gay, hal itu dapat menyebabkan banyak masalah. Sungguh mengerikan apa yang dialami guru. Jadi, dalam kasus itu – mungkin tidak. Saya juga mungkin pernah masuk militer karena saya dari keluarga militer. Jika saya menempuh jalan itu, saya jelas akan berada di posisi yang sama dengan saya sebagai penyanyi country. Saya juga pandai matematika, saya mungkin pernah menjadi seorang akuntan…. itu sangat konservatif. Sekali lagi, sangat sulit bagi saya untuk membayangkan melakukan hal lain karena saya menyatakan pada usia 4 tahun, “Saya akan menjadi bintang musik country.” Itu semua yang saya inginkan.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Musik Piano Yang Jarang Orang Lain Ketahui

Questioner: Saya sedikit terkejut ketika saya membaca Anda akan tampil di Dinah. Getaran pesta Dinah yang gila tidak benar-benar menarik perhatian saya sebagai adegan Anda. [Lady Gaga, Katy Perry dan Ke$ha telah tampil selama dua tahun terakhir]. Apakah kamu takut?

Chely: Tidak ada bedanya dengan festival musik country, seperti Country Jam di Eau Claire, Wisconsin! Saya tidak asing menjadi hiburan di pesta mabuk! [tertawa] Saya mengerti bahwa para wanita akan menikmati semangat, dan tugas saya adalah pergi ke sana dan bernyanyi, berbicara, menandatangani buku dan berkumpul. Saya bukan peminum berat tapi saya pikir ini akan sangat menyenangkan! Sejujurnya, setiap kali saya melihat sekelompok besar wanita gay, saya tidak percaya berapa banyak dari kita. Saya kagum. Band saya sangat senang… kita akan memiliki seluruh band di sana.

Questioner: Anda baru-baru ini menulis musik baru dengan Linda Perry. Dia jelas dikenal dengan musik pop (Pink, Christina Aguilera, Alicia Keys) daripada country. Bagaimana tulisannya bersamanya dan kapan musik itu akan dirilis?

Chely: Saya tidak tahu bahwa apa yang kami tulis akan pernah dirilis… kami tidak menulis untuk proyek tertentu. Kami berteman dan menulis lagu. Begitulah cara penulisan bersama… tidak ada jaminan bahwa apa yang kita tulis akan didengar. Tapi dia mengejutkanku. Setelah duduk bersamanya selama beberapa hari, saya menyadari mengapa dia sangat populer dan setiap bintang pop ingin bekerja dengannya! Tidak hanya dia sangat berbakat, tetapi etos kerjanya jauh melebihi apa pun. Dia imut, dia seperti “ya tahu, aku belum pernah menulis apapun dengan nuansa pedesaan!” Musik yang kami miliki menarik, karena dia jelas membawa nuansa pop itu ke musik saya, dan kami sering mengobrol dan mencoba kembali bersama untuk menulis lebih banyak. Ini akan menjadi impian mutlak saya untuk membuat seluruh rekaman dengan Linda. Tapi astaga, penyanyi cewek mana yang tidak ingin membuat rekaman dengannya !?

Questioner: Kapan Anda berharap untuk merekam album Anda berikutnya?

Chely: Saya merasa memiliki 6 atau 7 lagu yang ditulis untuk rekaman berikutnya, dan saya menulis sepanjang waktu. Tujuannya adalah untuk mengambil lagu-lagu hebat yang saya miliki sekarang dan menjadikannya usang dan menulis yang lebih baik. Ini hampir waktunya untuk memulai tahap perencanaan dari rekaman berikutnya.

Questioner: Di mana Anda berdiri secara politik? Nashville jelas merupakan kota yang sangat Republik.

Chely: Yah, saya secara historis bukan Republik atau Demokrat. Saya menyatakan bahwa saya adalah orang Amerika. Saya tidak suka partai politik karena menurut saya mereka seperti geng. Jadi, saya tidak termasuk dalam Bloods atau the Crips. Meskipun begitu, Anda tahu, Nashville adalah kota yang konservatif dalam banyak hal karena berada di Sabuk Alkitab, tetapi juga progresif dalam beberapa hal. Ada kantong orang-orang yang berpikiran maju. Saya mendukung Presiden, siapa pun Presidennya karena saya adalah pemain tim dan saya merasa begitu kita memilih seseorang untuk menjabat, itu adalah kewajiban para konstituen untuk berada di belakang gelandang dan melihat apakah kita dapat melaksanakan permainannya. Jadi, saya mendukung Obama dan ketika Presiden Bush menjabat saya mendukungnya. Sebenarnya saya mendapat sedikit masalah di Sean Hannity tampil karena dia berkata, “Kamu gadis Republik yang baik. Aku suka itu.” Dan saya berkata “tidak, saya tidak, jangan panggil saya seperti itu” dan dia berkata “baik, apakah Anda mendukung Presiden?” dan saya berkata, “Saya setuju, karena dia adalah Presiden kita.” Saya suka Obama. Saya pikir dia adalah pria yang sangat cerdas… Saya ingin melihat kesetaraan pernikahan di semua negara bagian segera. Menyelesaikan Don’t Ask Don’t Tell adalah pencapaian besar.

Questioner: Dalam buku Anda, Anda menulis ( – )

saya mendengar kata ‘toleransi’ – bahwa beberapa orang mencoba mengajari orang untuk bersikap toleran terhadap gay. Saya tidak puas dengan kata itu. Saya gay, dan saya tidak ingin ‘ditoleransi’. Seseorang mentolerir sakit gigi, lalu lintas jam sibuk, tetangga yang mengganggu dengan halaman yang berantakan. Saya bukan orang yang negatif untuk ditoleransi.

Saya pikir banyak orang bisa merasa lucu saat membawa pulang pacar mereka untuk liburan keluarga karena itu terlihat seperti menekan tombol. Menurut Anda, bagaimana kita bisa melewati titik “toleransi” sebagai komunitas di dunia yang lurus?

Chely: Saya pikir cara terbaik untuk menjembatani kesenjangan itu dan melewati pola pikir toleransi itu adalah dengan tidak begitu saja keluar dari lemari. Saya tidak bermaksud keluar dengan cara agresif, tetapi keluarlah kepada seluruh keluarga Anda dan jika Anda memiliki pasangan – ajak mereka – dan jangan menerima menjadi kurang dari. Itu alasan yang sama saya tidak keluar hanya dengan beberapa teman. Saya ingin memastikan bahwa semua orang yang mengira mereka mengenal saya atau datang ke acara saya – bahwa mereka tahu. Orang-orang harus menunjukkan sikap penuh kasih kepada keluarga mereka, dan memastikan bahwa mereka sepenuhnya terintegrasi dengan anggota keluarga lainnya saat liburan. Jangan biarkan mereka memperlakukan Anda kurang dari. Ini tidak berarti Anda harus berkelahi dengan mereka. Jika keluarga Anda tidak menerima Anda membawa pasangan Anda, jangan pergi.

Questioner: Anda dan Kristin Chenoweth selalu-tweet satu sama lain. Apakah kamu sudah berteman lama?

Chely: Oh, Kristin! Jadi, sekitar satu setengah tahun yang lalu seseorang berkata kepada saya – tahukah Anda bahwa Kristin Chenoweth menyukai album “Never Love You Enough” Anda? Saya hanya seperti, wow, itu keren…. karena dia penyanyi hebat yang menyukai rekaman saya. Kemudian, hanya beberapa bulan sebelum saya keluar, saya bergabung dengan Twitter dan tidak tahu bagaimana menggunakannya dan orang yang menjalankan akun saya berkata, “yah, Anda harus mengatakan sesuatu kepada Kristin Chenoweth, dia baru saja men-tweet Anda ! ” Saya bahkan tidak tahu bagaimana cara login. Bagaimanapun, dia men-tweet bahwa dia berada di belakang panggung di salah satu acaranya dan mendengarkan rekaman saya dan itu sangat keren!

Dia mengetahui bahwa saya tinggal di New York dan mengundang saya ke penayangan Promises, Promises perdana. Jadi kami bertemu dan berkumpul dan berbicara, dan itu adalah saat yang menyenangkan. Dan kemudian beberapa minggu kemudian saya keluar. Dan saya mendapat email termanis dan paling menakjubkan darinya dan dia berkata “Saya baru saja membaca bukumu” dan sangat manis…. dan saya juga membaca bukunya A Little Bit Wicked, dan kami memiliki banyak kesamaan. Keduanya dari Midwest, keduanya Christian, keduanya bekerja di Opryland pada tahun-tahun awal kami di Nashville… kami baru saja cocok. Dia benar-benar temanku. Kami bukan hanya teman Twitter [tertawa]. Kami benar-benar pergi makan malam dan nongkrong, dll.menyebut

Questioner: Anda”teman Twitter”. Ada apa dengan selebriti yang tidak henti-hentinya menge-tweet? Mengapa mereka tidak hanya mengirim pesan teks? Mengapa melakukannya secara terbuka dengan ribuan orang membaca catatan mereka bolak-balik?

Chely: Hmmm… Saya rasa fans menyukainya. Ketika Anda berpikir tentang artis yang melakukan pertunjukan bersama – orang senang melihat mereka di atas panggung bersama, berduet dan berkata “Saya akan meminta teman saya Pete Townshend keluar dan membuat lagu bersama kami!” Orang benar-benar ingin membayangkan bahwa mereka berteman, tetapi kenyataannya mereka tidak- benar benar bergaul. Mereka melakukan satu pertunjukan bersama. Namun, dalam dunia hiburan, kita semua sangat sibuk sehingga tidak ada yang punya waktu untuk duduk dan menjadi “sahabat”. Untuk beberapa alasan, penggemar selalu terpesona dengan orang-orang yang mereka sukai – bersama. Ada festival musik yang memasangkan legenda dengan artis baru, karena orang suka melihat persahabatan. Saya harus mengatakan bahwa menurut saya itu juga menarik. Saya suka melihat selebritas men-tweet satu sama lain sepanjang waktu. Jadi, menurut saya tidak seaneh itu, ini hanya teknologi baru. Konsepnya semua hari itu panjang! Saya juga suka melihat ketika Kanye West berkicau di Twitter dengan orang-orang, saya pikir itu menarik! [tertawa]

Questioner: Katakan padaku Anda melihat video Josh Groban menyanyikan tweet Kanye West!

Chely: Ya! Itu sangat lucu!

Perjalanan Sejarah Karier Seorang Chely Wright
Informasi

Perjalanan Sejarah Karier Seorang Chely Wright

www.wishmeawaydoc.comPerjalanan Sejarah Karier Seorang Chely Wright. Chely Wright (lahir Richell Rene Wright; 25 Oktober 1970) adalah seorang Amerika aktivis, penulis dan musik artis country. Dia awalnya menjadi terkenal sebagai artis rekaman country komersial dengan beberapa single charting, termasuk hit nomor satu, “Single White Female.” Dia kemudian dikenal karena perannya dalam Aktivisme LGBT setelah di depan umum keluar. Dia telah menjual lebih dari 1.500.000 eksemplar dan 10.000.000 tayangan digital hingga saat ini di Amerika Serikat.

Dibesarkan di Kansas, Wright mengembangkan aspirasi untuk menjadi penyanyi dan penulis lagu country. Namun, sebagai seorang anak kecil, dia menemukannya homoseksualitas dan menyadari itu bertentangan dengannya Kristen Iman Dan harapannya untuk menjadi seorang artis. Bertekad untuk menjadi sukses, dia berjanji untuk menyembunyikan seksualitasnya dan terus tampil. Wright pindah ke Nashville, Tennessee setelah lulus sekolah menengah atas dan berperan dalam produksi panggung yang sekarang sudah tidak ada lagi Opryland USA Taman hiburan. Dia akhirnya menandatangani kontrak rekaman pertamanya pada tahun 1993 dengan PolyGram/Mercury Records dan merilis dua album. Dengan kesuksesan yang terbatas, Wright beralih label rekaman dan mendapatkan hit pertamanya dengan “1997 Shut Up and Drive” tahun. Itu diikuti pada tahun 1999 dengan “Single White Female,” dan album bersertifikat emas nama yang sama.

Di puncak komersialnya, Wright terus menjalani kehidupan yang tertutup dan menjadi semakin tidak bahagia. Dia terlibat dalam hubungan jangka panjang dengan seorang wanita, tetapi akhirnya berpisah dengan risiko ketahuan oleh anggota komunitas Nashville. Pada tahun 2006, Wright mulai menderita keterpurukan emosional dan hampir bunuh diri. Dia kemudian menyadari bahwa dia perlu tampil di depan umum dan mulai mengerjakan proyek yang akan membantunya menerima seksualitasnya. Pada 2010, Wright merilis memoar, Like Me: Confessions of a Heartland Country Singer, dan albumnya, Diangkat dari Tanah. Kedua proyek berpusat di sekitar proses coming out dan penerimaan dirinya sendiri.

Wright terlibat dalam aktivisme LGBT setelah keputusannya tahun 2010. Selama waktu itu dia pindah ke New York City dan merilis sebuah film dokumenter yang mencatat keluarnya dia berjudul, Wish Me Away. Dia kemudian mendirikan sebuah organisasi amal “Like Me”, yang membantu memberikan bantuan kepada kaum muda LGBT. Sejak itu dia menjadi juru bicara untuk program seperti GLSEN dan program terkait aktivisme lainnya. Wright juga akan menikah dan memiliki dua anak. Wright juga melanjutkan karir musiknya, tetapi lebih beralih ke Americana dan rakyat. Dia telah dirilis pada tahun 2016 I Am the Rain dan 2019’s Revival.

Karier musik

1993–1996: Awal di PolyGram dan naiknya kesuksesan

Wright menandatangani kontrak penerbitan sebagai penulis lagu, yang membantu mengamankan kontrak rekaman sebagai artis rekaman dengan PolyGram/Mercury Records pada 1993. Wright memilih untuk menyembunyikan seksualitasnya dari label rekaman dan membeli publik, sebuah tema yang berlanjut sepanjang karir komersialnya. Dia berkolaborasi di album pertamanya dengan produser Nashville, Harold Shedd. Dalam kesepakatan bersama, Shedd setuju bahwa persona Wright tidak akan berpusat pada “seorang bayi video [musik],” tetapi dianggap sebagai karya artistiknya sebagai artis musik country. Pada tahun 1994, album studio debut Wright dirilis melalui label berjudul Wanita di Bulan. Album ini mendapat pujian kritis, meskipun kesuksesannya terbatas. Proyek ini melahirkan tiga single (“Dia Anak Laki-Laki Ole yang Baik,” “Sampai Aku Dicintai olehmu” dan “Laut Topi Koboi”) yang semuanya mencapai puncak di luar 40 besar billboard Bagan negara. Album ini membantu Wright memenangkan Vokalis Wanita Baru Teratas pada tahun 1995 Academy of Country Music Awards. Wright mengingat dalam memoarnya bahwa dia memiliki ekspektasi yang rendah untuk menang dan terkejut menerima penghargaan tersebut. “Saya belum menyiapkan pidato untuk malam itu, tapi saya sudah melatihnya sejak saya masih kecil,” komentarnya.

Pada tahun 1996, Wright merilis album keduanya yang berjudul Tepat di Tengahnya. Menurut Wright, lagu-lagu untuk proyek tersebut dipilih dengan hati-hati, meskipun menyimpang dari suara country tradisional. Album ini diproduseri oleh Ed Seay, bersama dengan Harold Shedd. Pada saat dirilis, PolyGram / Mercury sangat mengharapkan kesuksesannya. Album ini telah terjual 42.000 eksemplar pada rilis awal dan video musik pertamanya ditayangkan secara reguler Televisi Musik Country. Namun, album itu tidak berhasil. Hanya dua dari tiga singlenya yang masuk tangga lagu Billboard negara. Single dengan puncak tertingginya adalah “The Love That We Lost” tahun 1996, yang mencapai 50 besar. Right in the Middle of It mendapat pujian dari para kritikus. Allmusic Charlotte Dillon dari nilai proyek itu empat setengah bintang, memuji vokal Wright dan campuran materi album. Dengan kurangnya kesuksesannya, Wright diberi izin untuk meninggalkan kontraknya dengan PolyGram / Mercury dan dia mulai menjajaki opsi baru untuk menjadi bintang komersial.

1997-2003: Mendobrak arus utama

Bebas dari label rekaman sebelumnya, Wright membuat beberapa perubahan dalam kariernya. Dia mulai bekerja dengan manajer baru (Clarence Spalding) dan humas (Wes Vause), yang membantunya mendapatkan kontrak dengan MCA Records Nashville. Wright kemudian menghubungi produser Tony Brown, yang sebelumnya membuat album hit dengan Reba McEntire dan Wynonna. Brown setuju untuk bekerja dengannya dan bersama-sama mereka merekam album ketiganya Pada tahun 1997, Let Me In, dirilis di MCA. Menurut Brown, materi album didukung oleh aransemen yang disederhanakan untuk membantu memperkuat kinerja vokal Wright. Album ini menerima peringkat bintang empat dari Thom Owens di Allmusic yang menyoroti “aransemen akustik yang bersih”. Owens juga menyebutnya sebagai “album paling berprestasi dan bisa dibilang terbaik sampai saat ini.” Sementara itu Brian Wahlert dari Country Standard Time memberikan tanggapan yang kurang baik, menemukan beberapa materi untuk menjadi pengisi daripada musik berkualitas. Let Me In adalah dia yang pertama mencapai Papan iklan Album Negara Teratas Bagan, memuncak di nomor 25 dan menghabiskan 44 minggu di sana. Itu juga yang pertama masuk ke dalamnya Billboard 200 di mana itu memetakan selama tujuh minggu. Album ini melahirkan hit besar pertama Wright, “Shut Up and Drive.” Single ini mencapai nomor 14 di tangga Billboard lagu Hot Country Songs dan nomor 21 di tangga lagu RPM Bagan Negara Di Kanada. Dua single album berikutnya akan mencapai Billboard 40 besar negara.

Pada tahun 1999, Wright merekam rilis lagu berikutnya, berjudul “Single White Female.” Setelah rekaman selesai, produser Tony Brown, Buddy Cannon dan Norro Wilson, yakin lagu itu bisa jadi hit. Lagu ini akhirnya akan mencapai nomor satu di tangga lagu Billboard negara dan tanggaRPM lagu negara. Wright merayakan pencapaian nomor satu di jalan dengan sesama anggota band, Jay DeMarcus dan Joe Don Rooney (keduanya nantinya akan terbentuk Rascal Flatts). Satu bulan kemudian, MCA merayakannya dengan mengadakan Wright “Pesta Nomor Satu” di mana dia mengundang banyak tamu di dalam dan di luar industri musik Lagu ini diikuti oleh hit besar lainnya, “It Was,” yang mencapai nomor 11 di tangga lagu country Amerika. Pada tahun yang sama, album studio keempat Wright nama yang sama dirilis. Album ini memuncak di nomor 15 di tangga Billboard album country dan nomor 16 di tangga lagu album country Kanada. Album ini akhirnya akan menjual 500.000 eksemplar dan mensertifikasi emas dalam penjualan dari Asosiasi Industri Rekaman Amerika. Allmusic’s Stephen Thomas Erlewine memuji upaya studio tersebut, menyebutnya sebagai “tambahan sambutan untuk katalog yang sudah mengesankan.” Bill Friskics-Warren dari The Washington Post mencatat bahwa meskipun demikian musik country produksi, rekaman “tergantung bersama sebagai siklus lagu yang berkelanjutan – dan cukup menarik – tentang pencarian seorang wanita untuk keintiman.”

Pada musim gugur tahun 2000, Wright mulai memilih lagu untuk album studio kelimanya yang akan datang. Dia membuat lagu sendiri, dan dengan bantuan dari Tim Nichols dan Brad Paisley. Wright juga berperan sebagai pembuka tur Paisley tahun 2000.Pasangan ini juga akan merekam duet yang nantinya akan dinominasikan untuk penghargaan oleh Asosiasi Musik Country. Keduanya juga akan terlibat asmara selama waktu ini, sementara Wright tetap dalam hubungan tertutup dengan seorang wanita. Pada tahun 2001, Never Love You Enough dirilis di MCA. Mengikuti rilisan sebelumnya, album ini sukses di tangga lagu, naik ke nomor empat di tangga lagu Top Country Albums dan nomor 62 di Billboard 200. Namun dua single nya hanya mencapai puncak tangga lagu. 30 teratas di tangga Billboard lagu. Lagu hit tertinggi di tangga lagu adalah “Izebel,” yang mencapai nomor 23. Album ini mendapat sambutan beragam dari para kritikus. Michael Gallucci menyebutnya sebagai “tindak lanjut konservatif,” sementara Country Standard Time menyebutnya, “album pop yang menyenangkan, tetapi bukan jenis karya yang benar-benar berkesan sehingga Wright jelas mampu melakukannya.”

Baca Juga: Fakta Menarik Seputar Film Dokumenter Chely Wright Wish Me Away

Pada tahun 2001, Wright memulai “The Coca-Cola Hometown Hero Tour,” satu set konser 30 tanggal dan dipresentasikan di Penghargaan Musik CMT. Dia juga melakukan debut aktingnya pada tahun yang sama di Disney Film, Langkah Besar Max Keeble. Wright berperan sebagai guru wali kelas karakter utama. Pada tahun 2002, Wright memenangkan “Fashion Plate Award” dari CMT Flameworthy Awards Dia juga akan dinilai di antara People Majalah”50 Orang Tercantik” selama ini juga. Pada tahun 2002, dia merekam sebuah lagu untuk soundtrack Putri Duyung Kecil II: Kembali ke Laut dan diminta menjadi “tamu kehormatan” di Dunia Disney. Pada tahun 2003, Wright keluar dari MCA Records.

2004-sekarang: Album independen dan transisi musik

Setelah meninggalkan MCA, Wright ikut menulis Clay Walker Sepuluh lagu terbaik, “I Can’t Sleep”. Dia juga memindahkan karir rekamannya ke arah independen. Pada tahun 2004, ia menandatangani kontrak dengan label independen, Vivaton, dan juga berganti manajemen. Rilisan Vivaton pertamanya adalah single 2004, “Back of the Bottom Drawer.”] Lagu ini memuncak di nomor 40 di tangga lagu Billboard negara. Meskipun ada rencana rilis album, Wright keluar dari Vivaton satu bulan kemudian, mengutip perbedaan kreatif dengan CEO label, Jeff Huskins. Sebagai gantinya, dia merilis sebuah permainan diperpanjang berjudul Semuanya. Pada akhir 2004, Wright merilis single yang ditulis sendiri, “The Bumper of My SUV.” Dia terinspirasi untuk menulis lagu setelah insiden kemarahan di jalan di mana pengemudi lain marah karena Wright memiliki Korps Marinir Stiker bumper di mobilnya. Setelah dirilis ke radio, anggota klub penggemar Wright dituduh menelepon stasiun radio, secara keliru menggambarkan orang-orang militer untuk membantunya mendapatkan pemutaran. Konflik tersebut menyebabkan single tersebut dirilis ulang pada tahun 2005 dan akhirnya mencapai nomor 35 di tangga lagu Hot Country Songs. Pada tahun 2005, ia merilis album keenam, Hotel Metropolitan. Dirilis di independen Dualtone Label, proyek tersebut menggabungkan material akustik dengan country kontemporer. Album ini mencapai nomor 18 di tangga Billboard album negara dan nomor 96 di Billboard 200. Kritikus Stephen Thomas Erlewine menyimpulkan bahwa itu adalah “album terbaik dan terlengkap hingga saat ini.” Tidak ada Depresi yang menganggap album ini memiliki sisi yang “tangguh” dan “tegas”.

Wright kemudian pergi ke jeda karir karena perjuangan pribadi terkait dengan identitas seksualnya. Setelah hampir melakukan bunuh diri, dia mulai membuat lagu. Dia membawa lagu-lagu itu ke penyanyi-penulis lagu dan produser Rodney Crowell. Pasangan itu bertukar beberapa email dan Crowell mendorong Wright untuk merekam materi tersebut. Selama beberapa tahun berikutnya, pasangan ini akan membuat rilis studio berikutnya berjudul, Diangkat dari Tanah. Suara album mengandung aransemen yang lebih sederhana yang dapat dibandingkan musik rakyat. Itu juga berisi materi yang menyinggung identitas lesbiannya, terutama lagu, “Like Me.” Album ini mencapai nomor 32 di chart Top Country Albums dan posisi ke-200 di Billboard 200. Rekor dan korespondensinya memoar dirilis keduanya pada 4 Mei 2010. Lifted Off the Ground menerima empat bintang dari Thom Jurek dari Allmusic yang mengutip produksi Crowell dan penulisan lagu Wright sebagai alasan kesuksesannya. Sementara itu, The Los Angeles Times percaya Wright bisa menentang pembentukan musik country lebih dari “melangkah ringan” dalam materi penulisan lagunya.

Dengan pengecualian sebagai penampilan tamu di album Rodney Crowell, Wright mengambil jeda lima tahun dari proses rekaman. Namun, dia terus menulis lagu dan membawa materi baru ke Crowell, yang membuatnya berhubungan dengan produser Joe Henry. Henry setuju untuk memproduksinya dan Wright membentuk sebuah kickstarter Kampanye Untuk membantu mendanai rekor. Pada 2016, dia dibebaskan Akulah Hujan. Album ini menampilkan kolaborasi dengan Crowell, Emmylou Harris dan The Milk Carton Kids. Itu dianggap sebagai penyimpangan dari rekaman sebelumnya, dengan akar berpusat di Amerika Genre. I Am the Rain adalah album dengan charting tertinggi dalam sepuluh tahun, mencapai nomor 13 di Billboard daftar album country. Album ini juga mencapai nomor 181 di Billboard 200. I Am the Rain mendapat respon positif dari Slate Majalah, yang membandingkan proyek itu dengan Carole King’s Permadani. Marcey Donelson dari Allmusic berkomentar positif bahwa album tersebut memiliki “nada yang akrab.”

Pada tahun 2018, Wright merilis drama diperpanjang berjudul Santa Akan Menemukan Anda!. Album itu adalah kumpulan dari Natal Lagu-lagu, dua diantaranya pernah muncul sebelumnya Mindy Smith Proyek, Liburanku. Perilisan album diikuti oleh tur konser liburan sepuluh hari yang dimulai Decatur, Georgia. Pada Maret 2019, ia merilis drama diperpanjang ketiganya, Revival. EP lima lagu diproduksi oleh Jeremy Lister, yang juga tampil di single utama rekaman itu, “Say the Word.” Pada Agustus 2019, Wright kembali ke panggung Grand Ole Opry setelah absen selama satu dekade. Undangan terakhirnya untuk bermain di tempat itu sebelum diumumkan ke publik pada tahun 2010.

Karier aktivis

2000-2010: Aktivisme awal

Wright pertama kali memulai pekerjaannya dengan aktivisme yang berhubungan dengan pendidikan musik. Dia terinspirasi untuk membantu sekolah umum setelah Pembantaian Sekolah Menengah Columbine. Pada tahun 2000, ia mendirikan organisasi nirlaba Membaca, Menulis, dan Irama. Program ini membantu menyediakan alat musik untuk sekolah umum dan memberi perhatian pada pentingnya pendidikan musik. Wright mengadakan konser tahunan untuk organisasi di Nashville yang memiliki banyak pemain dalam lineup. Musisi di acara sebelumnya telah disertakan Jann Arden, Rodney Crowell, Taylor Swift dan Tanya Tucker Konser penggalangan dana tahunannya juga membantu mengumpulkan sejumlah besar uang untuk organisasi. Acara konser program tahun 2007 mengumpulkan $ 185.000. Sejak awal, Membaca, Menulis, dan Irama telah mengumpulkan hampir satu juta dolar. “Saya sangat bangga dengan amal ini dan perbedaan yang telah kami buat dalam banyak kehidupan anak muda,” katanya pada tahun 2010. Pada tahun 2002, Wright menerima penghargaan Asosiasi Nasional untuk Pendidikan Musik”Penghargaan FAME” dari sebagai pengakuan atas prestasinya.

Baca Juga: Sipnosis Film The New Mutan 2020, Aksi Superhero Amerika

Wright juga pernah terlibat dalam bekerja dengan anggota militer dan veteran. Mengikuti Serangan 11 September, dia memulai a USO Tertampil untuk pasukan Amerika di Irak. Dia juga bertemu dengan prajurit di Jerman dan Kuwait. Selama periode yang sama, ia mengunjungi para veteran dan prajurit militer yang sedang memulihkan diri di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland. Pada awal tahun 2000-an, juga bergabung dengan pasukan yang terluka dan pulih di acara dinas militer swasta yang diselenggarakan oleh mantan wakil presiden, Dick Cheney. Pada tahun 2003, ia dinobatkan sebagai “Woman of the Year” oleh American Legion Auxiliary

Dia juga berbicara menentang kebijakan militer Amerika sebelumnya, Jangan tanya, jangan bilang. Dalam memoarnya tahun 2010, Wright menjelaskan bahwa hukum “tidak masuk akal” baginya dan bahwa dia yakin para pembuat kebijakan pada saat itu salah karena menerimanya. Selain itu, dia menyatakan bahwa dia yakin hal itu dipraktekkan karena anggapan yang salah bahwa orang LGBT lebih cenderung melakukan pergaulan bebas secara seksual. Dalam bukunya, Wright lebih jauh menjelaskan alasannya: “Homoseksualitas tidak membuat seseorang berganti-ganti pasangan, sesat, tidak profesional, atau tanpa penilaian.” Dia kemudian membicarakannya lagi pada tahun 2010 dengan Hiburan Mingguan. Wright berkomentar bahwa dia “marah” pada mantan presiden itu George W. Bush dan mantan wakil presiden Cheney belum berbicara tentang undang-undang tersebut.

2010-sekarang:aktivis LGBT

Wright terlibat dalam Aktivisme LGBT setelah keputusannya untuk tampil di depan umum pada tahun 2010. Dia menerima perhatian penting di komunitas LGBT dengan rilis memoarnya tahun 2010, Like Me: Confessions of a Heartland Country Singer. Buku itu diterbitkan oleh Random House, Inc. Buku itu menggambarkan kebangkitan Wright untuk menjadi terkenal dan berjuang menjadi orang yang tertutup di industri musik country. Itu juga mencatat realisasi identitas Wright sebagai lesbian. Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, Wright menjelaskan bahwa dia memilih untuk menulis buku untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk mendorong individu LGBT lainnya untuk menerima diri mereka apa adanya: “… jika saya membantu seseorang atau menghibur seseorang atau membantu memfasilitasi pemahaman seseorang dalam prosesnya, itu produk sampingan yang bagus dari apa yang saya lakukan, “jelasnya. Buku ini mendapat ulasan positif dari para kritikus setelah dirilis. Jack Feerick dari Kirkus Reviews memuji Wright karena “kasar dan mentah”. The New York Journal of Books menyebut memoar itu “memilukan” dalam ulasan mereka terhadap buku tersebut. Like Me kemudian mendapat pengakuan dari asosiasi literatur LGBT, the Penghargaan Lambda, pada tahun 2011.

Tak lama setelah keluar, Wright tampil di 2010 Capitol Pride parade Washington DC. Dia juga membuat beberapa penampilan televisi publik nasional untuk membahas kisah coming outnya dan hak-hak LGBT di berbagai acara, termasuk Pertunjukan Ellen DeGeneres dan Pertunjukan Oprah Winfrey. Wright juga berbicara di CNN pada tahun 2010 untuk membahas peningkatan angka bunuh diri oleh pemuda LGBT di Amerika Serikat. Juga termasuk dalam program itu Nate Berkus, Kathy Griffin dan Wanda Sykes. Pada tahun 2010, Wright diangkat sebagai Juru Bicara Nasional untuk organisasi tersebut GLSEN. Wright dinobatkan sebagai salah satu dari Out majalah tahunan 100 Orang of the Year. Metro Source New York Majalah Menamainya sebagai salah satu dari 20 orang We Love pada tahun 2010. Pada tahun 2011, ia muncul di PBS Dokumenter, Out in America, yang membahas tentang pengalaman LGBT di Amerika Serikat. Setelah Presiden AS Barack Obama mengumumkan dukungannya untuk hak LGBT, Wright mendukung kampanye pemilihan ulangnya pada tahun 2012.

Pada tahun 2011, Wright merilis sebuah dokumenter yang mencatat kisah keluarnya berjudul Wish Me Away. Film ini secara resmi dirilis ke pasar Amerika pada musim semi 2012 Film ini disutradarai oleh Bobbie Birleffi dan Beverly Kopf. Kedua sutradara tersebut memfilmkan Wish Me Away selama rentang tiga tahun.] Film dokumenter ini ditinjau secara positif setelah dirilis. The Los Angeles Times menyebutnya “potret simpatik dan emosional dari kehidupan pada transisi yang sangat penting.” The New York Times menyimpulkan, “Pada akhirnya Anda mungkin bukan penggemar musiknya, tetapi sulit untuk tidak mendukung kelahirannya kembali.” The Hollywood Reporter berkomentar bahwa Wish Me Away dirilis pada “saat yang tepat” karena kesetaraan pernikahan adalah topik hangat pada saat itu. Wish Me Away kemudian dinominasikan oleh GLAAD Media Awards dalam kategori “Outstanding Documentary.” Itu juga memenangkan penghargaan dari Los Angeles Film Festival dan menerima nominasi dari Penghargaan Emmy. Sejak dirilis, Wright menyatakan bahwa dia masih menerima surat dari individu LGBT yang mengatakan hal itu telah membantu mereka mengakui seksualitas mereka sendiri.

Pada 2012, Wright mendirikan organisasi LGBT yang diberi nama, “LIKEME.” Organisasi nirlaba dirancang untuk membantu mendidik dan memberikan bantuan kepada individu dalam komunitas LGBT. Ini termasuk remaja, dewasa dan anggota keluarga dari mereka yang bergumul dengan identitas seksual mereka. Pada Mei 2012, Wright dan organisasi mendirikan pusat “Mercusuar” di Kansas City, Missouri. Lokasi tersebut dipilih karena masih terbatasnya pemahaman warga sekitar terhadap komunitas LGBTQ. Pusat komunitas mencakup sumber daya, staf, konselor untuk membantu mereka yang ada dalam komunitas LGBT mendapatkan dukungan. Sejak diluncurkan, pusat tersebut telah menerima dana dari berbagai acara, termasuk penggalangan dana pertunjukan langsung tahun 2016.

Pada tahun 2014, Wright berbicara di panggung GLAAD Media Awards untuk membahas undang-undang anti-intimidasi dengan sesama aktivis Marcel Neergaard. Dia juga memperkenalkan artis country Kacey Musgraves, yang membawakan lagunya, “Follow Your Arrow.” Dalam beberapa tahun terakhir, Wright terus terang hukum kamar mandi transgender. Dia membahas pandangannya terhadap hukum tentang Twitter dan platform media sosial lainnya. Pada 2016, Wright muncul di CNN mendorong industri musik country untuk mendukung undang-undang yang melindungi transgender Amerika di negara bagian Tennessee.

Bertabur Penghargaan, Wish Me Away Seperti Slot Online yang Menarik Perhatian
Artikel

Bertabur Penghargaan, Wish Me Away Seperti Slot Online yang Menarik Perhatian


Film dokumenter yang mengisahkan perjuangan penyanyi country Chely Wright untuk ‘coming out’ ini memang menuai banyak pujian. Tidak cuma itu, film ini juga bertabur penghargaan yang mengukuhkan kalau film ini memang layak untuk ditonton. Cukup menarik bukan? Tapi apakah semenarik slot online?

• Dapat 12 Penghargaan, Film ini Memang Magnet Seperti Slot Online
Salah satu bukti bahwa film ini memang apik dan patut ditonton adalah dari penghargaan yang diraihnya. Film dokumenter yang bercerita tentang kehidupan Cheli Wright di belakang layar ini memang digarap apik dan punya cerita yang menginspirasi. Sehingga banyak kritikus film yang memujinya dan film inipun mendapatkan 12 penghargaan dari ajang yang berbeda-beda. Film yang bagus dan mendapatkan penghargaan, pastinya akan menjadi magnet penonton dan terbukti film ini cukup sukses.

Seperti halnya juga permainan slot online di agen slot yang jadi magnet bagi banyak pemain. Diantara sekian banyak permainan judi, permainan slot masih merupakan permainan yang sering dimainkan pemain karena permainan ini punya daya tariknya sendiri. Kalau permainan lainnya harus punya skill main yang cukup, harus mengapal pola kartu ataupun harus menghitung, tidak begitu dengan permainan slot. Pemain bisa main dengan sangat santai dan tinggal tekan-tekan tombol saja. Jika beruntung ya menang, kalau belum beruntung ya main lagi.

• Slot Online Seru, Nonton Wish Me Away pun Seru
Walaupun terlihat santai, main slot seru juga lho. Desain permainan dan logo-logonya juga apik-apik dengan beragam tema yang bisa pemain pilih sesuka hari. Biasanya permainan slot juga dilengkapi backsound yang heboh, tapi kalau pemain mau yang kalem juga ada kok. Dengan berbagai pilihan inilah pemain bisa mendapatkan pengalaman bermain yang seru. Pokoknya ada pilihan untuk siapapun yang mau main.

Lebih seru lagi karena jackpot dari permainan ini juga bisa bernominal lumayan besar jika dihitung dari taruhannya. Tentu pemain bisa taruhan dengan nominal yang besar, tapi dengan nominal kecil saja kalau diletakan di bagian yang benar dan muncul pola jackpot di tempat tersebut, pemain bisa mendapat jackpot yang besar jumlahnya. Inilah kenapa permainan slot jadi salah satu permainan judi yang paling seru.

Keseruannya juga sama dengan film Wish Me Away. Walaupun ini film dokumenter dan benar-benar dari kisah nyata, jalan ceritanya sendiri sudah menarik. Penonton akan dibawa menuju realitas seorang penyanyi yang tentu punya masalah pribadi sendiri di belakang panggung. Penonton juga dihibur dengan nyanyian apik dari Chely Wright yang pastinya merdu dan sangat menghibur. Ada rencana mau nonton film akhir pekan nanti? Coba masukan film ini, pasti tidak akan menyesal.

Baca juga : 8 Penghargaan yang Diraih oleh Film Wish Me Away 4

Bertabur Penghargaan, Wish Me Away Seperti Slot Online yang Menarik Perhatian Film dokumenter yang mengisahkan perjuangan penyanyi country Chely Wright untuk ‘coming out’ ini memang menuai banyak pujian. Tidak cuma itu, film ini juga bertabur penghargaan yang mengukuhkan kalau film ini memang layak untuk ditonton. Cukup menarik bukan? Tapi apakah semenarik slot online?  •Dapat 12 Penghargaan, Film ini Memang Magnet Seperti Slot Online Salah satu bukti bahwa film ini memang apik dan patut ditonton adalah dari penghargaan yang diraihnya. Film dokumenter yang bercerita tentang kehidupan Cheli Wright di belakang layar ini memang digarap apik dan punya cerita yang menginspirasi. Sehingga banyak kritikus film yang memujinya dan film inipun mendapatkan 12 penghargaan dari ajang yang berbeda-beda. Film yang bagus dan mendapatkan penghargaan, pastinya akan menjadi magnet penonton dan terbukti film ini cukup sukses.  Seperti halnya juga permainan slot di situs judi yang jadi magnet bagi banyak pemain. Diantara sekian banyak permainan judi, permainan slot masih merupakan permainan yang sering dimainkan pemain karena permainan ini punya daya tariknya sendiri. Kalau permainan lainnya harus punya skill main yang cukup, harus mengapal pola kartu ataupun harus menghitung, tidak begitu dengan permainan slot. Pemain bisa main dengan sangat santai dan tinggal tekan-tekan tombol saja. Jika beruntung ya menang, kalau belum beruntung ya main lagi.  •Slot Online Seru, Nonton Wish Me Awaypun Seru Walaupun terlihat santai, main slot seru juga lho. Desain permainan dan logo-logonya juga apik-apik dengan beragam tema yang bisa pemain pilih sesuka hari. Biasanya permainan slot juga dilengkapi backsound yang heboh, tapi kalau pemain mau yang kalem juga ada kok. Dengan berbagai pilihan inilah pemain bisa mendapatkan pengalaman bermain yang seru. Pokoknya ada pilihan untuk siapapun yang mau main.  Lebih seru lagi karena jackpot dari permainan ini juga bisa bernominal lumayan besar jika dihitung dari taruhannya. Tentu pemain bisa taruhan dengan nominal yang besar, tapi dengan nominal kecil saja kalau diletakan di bagian yang benar dan muncul pola jackpot di tempat tersebut, pemain bisa mendapat jackpot yang besar jumlahnya. Inilah kenapa permainan slot jadi salah satu permainan judi yang paling seru.  Keseruannya juga sama dengan film Wish Me Away. Walaupun ini film dokumenter dan benar-benar dari kisah nyata, jalan ceritanya sendiri sudah menarik. Penonton akan dibawa menuju realitas seorang penyanyi yang tentu punya masalah pribadi sendiri di belakang panggung. Penonton juga dihibur dengan nyanyian apik dari Chely Wright yang pastinya merdu dan sangat menghibur. Ada rencana mau nonton film akhir pekan nanti? Coba masukan film ini, pasti tidak akan menyesal.  •Kisah Inspiratif Chely Wright yang Berusaha Menunjukan Dirinya Salah satu yang bikin film ini berkesan terutama untuk kaum LGBT adalah bagaimana Chely yang seorang public figure akhirnya berani mengungkapakan jati dirinya bahwa ia adalah seorang gay. Selama bertahun-tahun ia berusaha menyembunyikannya hingga suatu saat ia mendapatkan keberanian dan keinginan untuk bebas dari kebohongan. Kisah inspiratif ini menunjukan bagi penontonnya untuk berani jujur, apa adanya, termasuk pada diri sendiri. Sama-sama seru dan kamu bisa jadikan dua kegiatan ini sebagai sarana hiburanmu. Tonton film Wish Me Away ini dan dapatkan kisah inspiratif yang menyentuh, juga kamu bisa main slot online tanpa perlu repot. Mau lakukan keduanya sekaligus dan dapat waktu hiburan yang sangat komplit? Jelas boleh banget.

• Kisah Inspiratif Chely Wright yang Berusaha Menunjukan Dirinya
Salah satu yang bikin film ini berkesan terutama untuk kaum LGBT adalah bagaimana Chely yang seorang public figure akhirnya berani mengungkapakan jati dirinya bahwa ia adalah seorang gay. Selama bertahun-tahun ia berusaha menyembunyikannya hingga suatu saat ia mendapatkan keberanian dan keinginan untuk bebas dari kebohongan. Kisah inspiratif ini menunjukan bagi penontonnya untuk berani jujur, apa adanya, termasuk pada diri sendiri.
Sama-sama seru dan kamu bisa jadikan dua kegiatan ini sebagai sarana hiburanmu. Tonton film Wish Me Away ini dan dapatkan kisah inspiratif yang menyentuh, juga kamu bisa main slot online tanpa perlu repot. Mau lakukan keduanya sekaligus dan dapat waktu hiburan yang sangat komplit? Jelas boleh banget.

Baca juga : Lima Fakta Menarik Teater Harwich Junior

8 Penghargaan yang Diraih oleh Film Wish Me Away 4
Artikel Film Informasi

8 Penghargaan yang Diraih oleh Film Wish Me Away 4

LGBT merupakan salah satu isu yang sangat sensitif di tanah air. Istilah tersebut digunakan kepada mereka yang memiliki orientasi seksual menyimpang. Sebutan ini digunakan kepada mereka yang memiliki ketertarikan dengan sesama jenis dan ada pula yang menyukai lelaki dan perempuan secara bersamaan. Sebagai negara yang beragama, bukan menjadi hal yang aneh jika negara kita tidak memberikan dukungan kepada para aktifitas LGBT. Berbeda dengan Indonesia, beberapa negara di dunia justru memberikan dukungan kepada pemeluk LGBT. Salah satu bukti dukungannya dapat kita lihat melalui film-film yang mengangkat kisah LBGT sebagai alur cerita utamanya. Wish Me Away 4 merupakan salah satu film asal Amerika yang tokoh utamanya memiliki hasrat seksual yang tak lazim.

Di dalam film dokumenter ini, Wright merupakan tokoh utama yang diusung di dalam film. Ia memiliki keinginan untuk hidup dan berkembang di Nashville. Ketika hidup di Kansas, ia mulai menyadari akan hasrat seksualnya yang menyimpang. Hal ini pula yang membuat ia harus berselisih dengan anggota keluarganya. Ia berdoa dan berupaya dengan keras untuk melakukan transformasi. Selama bertahun-tahun, ia berkencan dengan para pria. Karena terjebak dengan keadaan yang sulit untuk mencintai dengan benar, ia pernah melakukan aksi bunuh diri. Kisah hidupnya ini dituangkan ke dalam sebuah film yang kita kenal dengan nama Wish Me Away 4. Izin yang ia berikan kepada pembuat film telah ia pikirkan matang-matang dalam waktu yang cukup lama. Di depan kamera, baik keluarga dan teman-temannya menceritakan kehidupan Wright dengan jujur. Satu-satunya orang yang tidak ingin memberikan suaranya adalah sang ibu yang bernama Chely. Sang ayah yang telah bercerai dari sang ibu justru memberikan dukungan yang kuat bagi sang puteri.

Baca juga : Fakta Menarik Seputar Film Dokumenter Chely Wright Wish Me Away

Film dokumenter yang rilis tahun 2011 ini memanfaatkan musik Wright sehingga kekacauan batin yang ia alami menemukan kedamaian. Sama halnya dengan film-film lainnya, di dalam film ini kita juga dapat menemukan celah pada bagian narasinya. Ada beberapa adegan yang menunjukkan kepada penikmat film akan sesi terapi sang pemain film dengan pendeta. Pendeta inilah yang mendorong Wright untuk kembali percaya diri menjalani hidupnya. Kala itu, lingkungan gereja dimana ia melakukan terapi dengan pendeta tidak menyambut kaum LBGT. Di dalam adegan tertentu, Wright menunjukkan bahwa dirinya tampil percaya diri dengan perbedaan seksual yang ia alami. Meskipun ada yang membenci dengan kehidupannya, Wright tetap merasa puas dengan kehidupan yang ia jalani sekarang ini.

Wish Me Away 4 diproduksi oleh Bevery Kopf dan Bobbie Birleffi dan diedit oleh Lisa Palattella. Untuk durasi penayangannya sendiri, film memiliki durasi selama 96 menit. Rilis pada tahun 2011, film ini baru mulai rilis tahun 2012 di Amerika. Film ini menggambarkan akan perjuangan dan rencana publikasi akan lagu-lagu konservatif yang ia miliki. Dengan alur cerita yang menarik, film berhasil meraih 8 penghargaan. Untuk mengetahui penghargaan tersebut, simak ulasannya di bawah ini:

1.Festival Film Nashville sebagai dokumenter terbaik
2.Festival LBGT Seattle sebagai film dokumenter terfavorit
3.Festival Film Salem meraih penghargaan sutradara wanita terbaik
4.Philadelphia Q Fest sebagai dokumenter terbaik
5.Festival Film Tallgrass sebagai dokumenter terbaik
6.Pittsburgh LBGT Festival sebagai film dokumenter terbaik
7.Los Angeles Film Festival
8.Frameline 35 sebagai film dokumenter yang luar biasa

Baca juga : Drama Komedi Tak Biasa Yang Dihadirkan St. Vincent

Fakta Menarik Seputar Film Dokumenter Chely Wright Wish Me Away
Artikel Film

Fakta Menarik Seputar Film Dokumenter Chely Wright Wish Me Away

Film dokumenter adalah film-film yang mengangkat kisah nyata dari perjalanan hidup seseorang. Film dokumenter biasanya sangat ditunggu-tunggu apalagi jika kisah diangkat dari perjalanan seseorang yang cukup menarik dan populer. Salah satu film dokumenter yang sangat populer pada tahun 2011 adalah wish me away. Film ini mengangkat kisah hidup dari seorang penyanyi terkenal Chely Wright. Banyak hal yang mengagetkan para penggemarnya yang dilihat dari film ini karena film ini tidak hanya mengangkat kisah hidup dari sang penyanyi tetapi juga mengangkat orientasi seksual dari Chely Wright.

Chely Wright mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan dan memberikan pengakuan pada publik di tahun 2010 dalam sebuah konser musik bahwa dia adalah seorang gay. Setelah pengakuan tersebut kontroversi mulai bermunculan hingga banyak penggemarnya tidak menerima sebuah fakta mengejutkan tersebut. Chely Wright adalah penyanyi populer yang telah memiliki banyak penggemar itulah mengapa kontroversi mengenai orientasi seksual ini sangat mudah menyebar.

Dalam film wish me away ini Chely Wright benar-benar mengungkapkan jati diri nya sebagai seorang gay, bahkan dalam film tersebut terdapat vidio asli Chely Wright. Di awal film diceritakan bahwa Chely Wright memohon kepada tuhan untuk mengubah dirinya agar tidak menjadi gay. Namun Chely Wright tidak bisa memungkiri dan ia berusaha untuk tetap menjadi dirinya sendiri. Film ini dibuat selama waktu tiga tahun dan tayang perdana pada tahun 2012 di new York. Kemudian film ini ditayangkan serentak di semua kota besar amerika. Setelah penayangan ternyata tidak disangka film ini banyak sekali penontonnya hingga menempati posisi kedua penayangan di itunes. Film dokumentar yang pernah mendapat review positif dan tidak hanya itu film ini menyabet beberapa penghargaan bergengsi sebagai film dokumenter terbaik pada masa itu.

Selama pembuatan film yang disutradarai oleh Bobbie Birleffi dan Beverly kopf ini juga melibatkan wawancara dengan keluarga Chely Wright. Tidak hanya mengenai orientasi seksual Chely Wright tetapi film ini juga mengangkat kisah asmaranya bersama Brad Paisley dari awal hubungan hingga mereka berpisah. Chely Wright memulai kencan pertamanya dengan seorang wanita adalah pada usianya menginjak 23 tahun. Pada saat itu Chely Wright dan juga pacar wanitanya saling berjanji untuk tidak mengungkapkan hubungan mereka ke publik atau siapapun, fakta ini terdapat dalam film dokumenter wish me away.

Kepopuleran Chely Wright semakin hari semakin meningkat terbukti dengan banyaknya penggemar serta album-album yang ia buat namun dalam filmnya tersebut Chely Wright mengungkapkan bahwa kepopulerannya tersebut membuat ia takut karena ia takut banyak penggemarnya tidak ingin menerima status orientasi seksualnya tersebut, ia selalu resah memikirkan jati dirinya yang sebenarnya. Dalam film tersebut juga menjelaskan bahwa Chely Wright juga didukung sepenuhnya oleh sang ibu dalam urusan berkarir di dunia music sejak ia kecil. Ibu Chely Wright menyadari bakat sang anak sejak kecil hingga ia menyadarkan bahwa music adalah bagian dari hidup Chely Wright. Sejak saat itulah Chely Wright menganggap bahwa ibunya adalah orang yang sangat berperan dalam karir bermusiknya. Jadi dalam film ini tidak hanya menceritakan Dari sisi Chely Wright saja namun juga menceritakan dari orang-orang sekitar Chely Wright mengenai siapa Chely Wright dan bagaimana kesehariannya. Salah orang yang diwawancarai selain keluarganya adalah sang manager Chely Wright. Hal inilah yang membuat film ini begitu menarik dan lengkap karena fakta Chely Wright banyak terungkap.